Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang anak menjalani tes asam nukleat untuk deteksi virus corona Covid-19 di Xiamen, provinsi Fujian timur, Tiongkok, pada 14 September 2021. ( Foto: STR / AFP )

Seorang anak menjalani tes asam nukleat untuk deteksi virus corona Covid-19 di Xiamen, provinsi Fujian timur, Tiongkok, pada 14 September 2021. ( Foto: STR / AFP )

Wabah Baru Covid-19 Menyebar di Sekolah Tiongkok

Rabu, 15 September 2021 | 07:16 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Kota-kota di Tiongkok Selatan menutup sekolah dan memerintahkan jutaan orang menjalani tes asam nukleat pada Selasa (14/9). Setelah muncul penyebaran baru virus Covid-19. Kenaikan jumlah kasusnya memicu kekhawatiran infeksi di antara anak-anak sekolah yang tidak divaksinasi.

Putian, sebuah kota berpenduduk 3,2 juta di provinsi pesisir Fujian, memerintahkan tes virus semua penduduk pada Selasa. Sebelumnya kasus varian Delta terkait dengan orang yang kembali dari Singapura kemudian menggelembung menjadi wabah di seluruh provinsi, menjangkit lebih dari 100 orang. Demikian dikutip AFP.

Tiongkok kini telah dilanda beberapa wabah varian Delta yang sangat menular, setelah awalnya mengalahkan gelombang pertama virus corona tahun lalu.

Klaster Fujian adalah rebound terbesar dalam beberapa minggu dan terjadi setelah pemerintah negara itu mengumumkan wabah Covid-19 yang didorong oleh Delta sudah terkendali. Pemerintah sempat beberapa kali mengumumkan nol kasus virus di Tiongkok.

Otoritas Tiongkok melaporkan 59 kasus baru yang ditularkan di dalam negeri pada Selasa, naik dari 22 hari sebelumnya, semuanya di Provinsi Fujian.

Pihak berwenang mengatakan pasien nol yang dicurigai di klaster itu adalah seorang pria yang baru saja kembali dari Singapura. Gejala baru terlihat setelah ia menyelesaikan karantina 14 hari dan hasil tes awal menunjukkan negatif virus.

Putra pria tersebut yang berusia 12 tahun dan teman sekelasnya termasuk di antara pasien pertama yang terdeteksi di klaster minggu lalu, tak lama setelah masa sekolah baru dimulai.

Varian tersebut kemudian menyebar melalui ruang kelas, menginfeksi lebih dari 36 anak termasuk 8 anak taman kanak-kanak, menurut laporan pihak berwenang pada Selasa. Ini merupakan penyebaran terkait sekolah besar pertama di negara itu, sejak awal pandemi.

Pemerintah Tiongkok telah memberikan lebih dari dua miliar dosis vaksin virus corona per Minggu (12/9), kata kantor berita resmi Xinhua. Dosis tersebut cukup untuk memvaksinasi penuh sekitar 70% penduduknya.

Tetapi sebagian besar anak kecil tetap tidak divaksinasi, memicu ketakutan bahwa wabah Fujian terbaru dapat melanda orang yang paling rentan di negara ini secara tidak proporsional.

Pemerintah Putian telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk menghentikan kelas tatap muka pada Senin (13/9). Sementara itu, kota pelabuhan terdekat Xiamen mengikuti aturan tersebut pada Selasa dan menutup layanan bus jarak jauh, sambil memerintahkan semua penduduk untuk mengikuti tes virus.

Kedutaan Besar Tiongkok di Singapura pada Senin memperingatkan warganya untuk berhati-hati dalam bepergian ke negara Asia Tenggara, dan siap secara psikologis maupun ekonomi untuk kesulitan masuk kembali ke Tiongkok.

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN