Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pemerintah memulai vaksinasi massal penyakit mulut dan kuku di Jawa Timur pada 14 Juni 2022. (Foto: Kementerian Pertanian RI)

Pemerintah memulai vaksinasi massal penyakit mulut dan kuku di Jawa Timur pada 14 Juni 2022. (Foto: Kementerian Pertanian RI)

Wabah PMK di Indonesia Dorong Pembatasan Selandia Baru dan Australia

Senin, 25 Juli 2022 | 17:38 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WELLINGTON, investor.id – Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern memperingatkan wabah penyakit mulut dan kuku di Indonesia bisa berdampak ribuan pekerjaan di Selandia Baru. Negaranya dan negara tetangganya Australia kini meningkatkan pembatasan biosekuriti perbatasan.

Biosekuriti adalah tindakan pencegahan penyakit dari dalam atau luar area kandang sehingga ternak menjadi aman dari penyakit.

“Meskipun bukan ancaman bagi manusia, itu akan menghancurkan peternak nasional kita. Pada dasarnya, semua hewan yang berkuku belah berisiko,” kata Ardern di Wellington, Senin (25/7).

Baca juga: Kementan: Pelaksanaan Vaksinasi PMK Terbukti Efektif

Ardern mengingatkan, penyakit yang pertama kali terdeteksi di Indonesia pada April 2022 ini berpotensi mengancam hingga 100.000 pekerjaan di sektor pertanian Selandia Baru.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit virus ternak yang parah dan sangat menular.

Hal ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama di negara seperti Selandia Baru yang mengekspor sekitar 17 juta domba dan dua juta sapi dalam delapan bulan, hingga Mei 2022.

Wabah PMK telah melanda dua provinsi di Indonesia, menewaskan ribuan sapi dan menginfeksi ratusan ribu lainnya.

Ardern mengatakan, Selandia Baru tidak pernah mengalami wabah dan ingin tetap seperti itu dengan memperketat perbatasan.

“Kami ingin memastikan bahwa kami memiliki semua pengaturan kami untuk melindungi diri dari ancaman yang muncul ini,” tambahnya.

Saat ini tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Selandia Baru. Tetapi Ardern mengatakan bahwa penting untuk menghentikan wabah memasuki negara itu, berpotensi ditularkan melalui turis Australia yang telah mengunjungi Asia Tenggara.

Wisatawan dari Indonesia tidak akan diizinkan membawa produk daging ke Selandia Baru, bagasi akan diseleksi, dan akan ada ruang disinfektan di bandara untuk membersihkan alas kaki.

Di Australia, paket dan bagasi dari Tiongkok dan Indonesia sekarang sedang diperiksa dan ada juga alas kaki di bandara, sebagai tanggap penyebaran penyakit tersebut.

Pemerintah Australia sejauh ini menolak seruan oposisi untuk menutup perbatasan dengan Indonesia sepenuhnya, tetapi tindakan lebih lanjut belum dikesampingkan.

Baca juga: Pengeluaran Belt and Road Tiongkok Tergerus Tanpa Investasi di Rusia

Ardern mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja sama dengan pihak berwenang Australia untuk mencoba mengurangi risiko lebih lanjut.

Selandia Baru diatur untuk sepenuhnya membuka perbatasannya pada tengah malam pada Minggu (24/7) untuk semua pengunjung.

Menteri Keamanan Hayati Selandia Baru Damien O'Connor mengatakan bahwa kewaspadaan sangat penting, karena penyakit itu juga dapat mempengaruhi hingga 77% populasi satwa liar negara itu, termasuk rusa liar, babi, dan domba.

Dia mengacu pada bagaimana PMK menghancurkan pertanian Inggris pada 2001 ketika jutaan sapi dan domba harus disembelih.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com