Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Senator California Demokrat Dianne Feinstein (kiri), mendengarkan pernyataan calon Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dalam sidang  saat ia berpartisipasi dari jarak jauh dalam sidang dengar pendapat konfirmasinya Komite Keuangan Senat di Washington DC, pada 19 Januari 2021. ( Foto: Andrew Harnik / POOL / AFP )

Senator California Demokrat Dianne Feinstein (kiri), mendengarkan pernyataan calon Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dalam sidang saat ia berpartisipasi dari jarak jauh dalam sidang dengar pendapat konfirmasinya Komite Keuangan Senat di Washington DC, pada 19 Januari 2021. ( Foto: Andrew Harnik / POOL / AFP )

Yellen Minta Kongres Setujui Belanja Besar untuk Stimulus Covid

Rabu, 20 Januari 2021 | 05:44 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Calon menteri keuangan (menkeu) Amerika Serikat (AS) di pemerintahan Joe Biden, Janet Yellen, pada Selasa (19/1) mendesak Kongres untuk mendukung belanja stimulus besar-besaran demi mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak parah pandemi Covid-19.

Biden, yang akan dilantik pada Rabu (20/1), sudah mengusulkan paket stimulus sebesar US$ 1,9 triliun. Untuk membantu para keluarga maupun pengusaha yang terdampak pandemi Covid-19. Dan Yellen akan bertugas untuk memperjuangkan rancangan undang-undang (RUU) tersebut disetujui oleh Kongres.

Sebagian pihak khawatir bahwa stimulus tersebut akan memperbesar defisit anggaran pemerintah AS. “Presiden terpilih maupun saya tidak lah mengajukan paket ini tanpa memperhitungkan beban utang negara. Tapi saat ini, dengan suku bunga di rekor terendah, hal paling cerdas yang dapat kita lakukan adalah belanja besar,” ujar Yellen, di hadapan Komisi Keuangan Senat untuk dengar pendapat konfirmasinya sebagai menkeu.

Jika disetujui, Yellen akan menjadi perempuan pertama di AS yang menjabat menkeu. Yellen sebelumnya menjadi perempuan pertama yang menjadi gubernur bank sentral AS. Dia akan menjabat di saat ekonomi AS berusaha pulih dari dampak pandemi yang telah menyebabkan puluhan juta orang kehilangan pekerjaan dan menimbulkan kontraksi tajam pertumbuhan.

Yellen juga akan termasuk salah satu dari segelintir menkeu AS dengan latar belakang ekonomi dan kebijakan. Sementara kebanyakan lainnya adalah bankir investasi di Wall Street.

Dua paket stimulus Covid sebelumnya yang disetujui Kongres sudah membantu ekonomi dari kejatuhan. Dengan memberikan kredit dan hibah kepada usaha kecil dan memperluas tunjangan pengangguran.

Tapi stimulus itu juga membuat defisit anggaran membengkak pada tahun fiskal 2020. Naik lebih dari 200% menjadi US$ 3,1 triliun, dua kali lipat dari rekor sebelumnya dan merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN