Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Jam Perdagangan Baru di BEI, Penangkal Covid-19

Senin, 30 Maret 2020 | 07:14 WIB

JAKARTA, Investor.id - Hari ini mulai diberlakukan jam perdagangan "penangkal Covid-19" di Bursa Efek Indonesia (BEI) yg waktunya akan dipercepat 1,5 jam, dimana sesi pertama dipercepat 30 menit dan sesi kedua dipercepat 1 jam yang ditutup pada pukul 15.00 WIB.

Situasinya memang sedang darurat semua berusaha mencoba mengatasi kondisi terkini agar perdagangan efek tetap bisa berjalan namun dengan penyesuaian yang terukur.

Pasar modal dan perbankan memang dibutuhkan kebijakan yang khusus, mengingat sirkulasi modal dan keuangan sangat penting. Ini memang sensitif terhadap "kepercayaan" investor, apalagi kebijakan di negara kita bahwa aliran modal tidak dibatasi.

Bahwa investor akan keluar masuk dari pasar, itu hak mereka sehingga bursa efek memang harus tetap berjalan. Begitu bursa diliburkan maka kepercayaan investor asing akan hilang karena mereka tidak suka dananya dikekang.

Soal harga saham yang naik turun, itu persoalan lain. Secara teoritis bahwa harga saham punya nilai buku yang menjadi salah satu ukuran ratio penilaian harga pasar bagi aliran fundamentalis.

Kaum fundamentalis berpandangan, sepanjang perusahaan masih operasional dengan baik dan punya prospek maka harga saham mestinya tidak akan jadi zero.

Nah, saat ini banyak harga saham yang sudah turun di bawah harga bukunya maka kita tinggal melihat saja seberapa harga saham itu mengalami penurunan. Pada titik tertentu pasti ada investor yang tertarik untuk membeli sehingga harga saham akan kembali menyesuaikan pada harga wajarnya.

Jadi mestinya investor tidak perlu panik berlebihan menyikapi penurunan harga saham saat ini.

Saya memprediksikan sementara ini di bursa masih akan terjadi volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun harga saham yang lebih ekstrim. Setiap investor punya analisa, psikologi dan managemen keuangan masing-masing sehingga keputusannya berbeda-beda.

Kali ini virus corona menjadi penyebab utama bergejolaknya bursa global. Tidak mudah memprediksikan kapan berakhirnya karena sangat tergantung seberapa efektif penangkal atas virus tersebut.

Bicara tentang peluang mendapatkan gain oleh investor dalam sutuasi saat ini bukan tidak ada. Buktinya kemarin dalam dua hari banyak harga saham yang naik tinggi bahkan sampai ada yang naik 20% sehari.

Jadi peluang itu selalu ada, tinggal kemampuan masing-masing investor dalam bertransaksi dengan strateginya serta pemilihan sahamnya. Dalam sutuasi saat ini memang lebih efektif menggunakan strategi trading pendek dibandingkan investasi jangka panjang.

Akhir pekan kemarin memang bursa global termasuk indeks DOW turun lagi antara 3% sd 5%, harga minyak juga anjlok lagi dikisaran US$21 per barel, sementara IHSG sudah naik signifikan dalam dua hari berturut-turut. Jika data tersebut dijadikan bahan untuk analisa, IHSG akan kemungkinan akan terkoreksi hari ini.Namun bursa tidak bisa bersifat pasti, jika ada faktor lain yang positif nanti bisa saja IHSG tampil beda dengan bursa lain.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN