Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Perempuan, Literasi Digital, dan Maraknya Pinjol Ilegal

Jumat, 22 Oktober 2021 | 07:55 WIB
Oleh Lana T Koentjoro

Investor.id – Teror pinjaman online (pinjol) ilegal telah memakan banyak korban, sebagian besar adalah kaum perempuan. Data empiris menunjukkan bahwa perempuan acapkali menjadi sasaran penipuan di era digital saat ini, tak hanya menjadi korban pinjol ilegal, tetapi juga investasi bodong.

Perempuan Indonesia memang rentan terjerat pinjol ilegal karena posisinya rata-rata sebagai ibu rumah tangga sekaligus bendahara keluarga. Beban hidup yang semakin berat akibat pandemi mengakibatkan pendapatan keluarga menurun, sementara kebutuhan hidup justru meningkat.

Kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan terjadi akibat banyaknya PHK di masa pandemi. Mayoritas korban pinjol ilegal adalah perempuan karena tergiur dengan janji dan persyaratan yang mudah dan cepat dalam proses pencairan dananya. Dalam kondisi keterdesakan ekonomi, banyak perempuan mimilih jalan pintas untuk menyambung hidup.

Untuk melindungi perempuan Indonesia, berbagai komunitas sebagai supporting system masyarakat perlu bergerak untuk memberikan literasi digital kepada masyarakat agar melek finansial, bisa mengatur keuangan keluarga dengan baik, dan paham akan bahaya dan manfaat era digitalisasi.

Perubahan peradaban di era digitalisasi seperti pisau bermata dua, bisa bermanfaat untuk mendapatkan akses pasar dan pengetahuan, tetapi di sisi lain rawan dijadikan media penipuan.

Tidak bisa dipungkiri, penggunaan platform media sosial telah menjadi gaya hidup saat ini. Dengan adanya beragam aplikasi online, sangatlah gampang kita bertransaksi, mulai dari memesan transportasi online, layanan pesan antar, memesan makanan, shoping/ belanja online, konsultasi kesehatan dengan dokter secara online, jualan produk melalui online, nahkan sampai meminjam uang pun kini bisa diakses secara online.

Di sisi lain, kemudahan ini dijadikan wahana penipuan oleh sejumlah oknum, salah satu yang sedang marak saat ini adalah pinjol ilegal. Masyarakat perlu berhati-hati dalam memberikan data, sebab pinjol ilegal dapat mengakses segala hal yang ada di handphone termasuk data pribadi.

Tujuan pinjol yang legal sebenarnya sangat baik, akan tetapi karena kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dengan cepat sangat besar, maka ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan peluang tersebut dengan membuat pinjol ilegal yang dapat menimbulkan kesengsaraan, yaitu menetapkan suku bunga tinggi, fee besar, denda tidak terbatas, adanya teror atau intimidasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyampaikan, hingga saat ini Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan 3.515 pinjaman online (pinjol) ilegal. Namun tiap kali diblokir, biasanya akan muncul yang baru dengan nama berbeda.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menyebar daftar perusahaan pinjaman online (fintech) yang telah mendapat izin, sebanyak 106. Masyarakat hendaknya membaca website resmi OJK sebelum melakukan perjanjian dengan pinjol.

Komunitas Perempuan Indonesia Maju (PIM) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan OJK mengadakan diskusi dalam acara literasi digital untuk mengedukasi masyarakat khususnya perempuan untuk lebih berhati-hati menghadapi “serangan” pinjol ilegal dengan bujuk rayu oknum tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi untuk  menekan risiko munculnya korban-korban pinjol ilegal lainnya.

PIM mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam memberantas pinjol ilegal, termasuk seruan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menegaskan bahwa korban pinjaman online (pinjol) ilegal tidak perlu membayar tagihan kepada para penyedia jasa pinjol. Mahfud mengimbau, bagi para korban untuk melapor polisi apabila pinjol ilegal masih meminta untuk membayar disertai dengan peneroran.

Hindari Pinjol Ilegal

PIM menyerukan agar perempuan jangan salah pilih pinjol, yang bisa menjebak dan membawa kesengsaraan hidup. Sebab, dalam melakukan penagihan, pinjol ilegal acapkali memaksa dan mengancam akan menyebarkan data pribadi pelanggannya. Bahkan, orang yang tidak pernah medaftar atau melakukan pinjaman turut terkena imbasnya. 

Berikut tips dari PIM untuk menghindari jebakan pinjol ilegal:

1. Memastikan dahulu legalitas dari pinjol, apakah perusahaan tersebut terdaftar/berizin di OJK atau fintech illegal.

2. Jika akses pinjaman online hanya melalui ponsel, pastikan bahwa akses data hanya terbatas pada Camilan (Camera, Microphone, Location).

3. Jangan pernah memberikan seluruh data telepon kita.

4. Pastikan konsumen mendapatkan informasi detail dan/atau download perjanjian untuk mendapatkan kepastian berapa yang harus dibayar, berapa yang akan didapatkan, besar biaya/bunga, tenor dan informasi lainnya.

5. Pinjam sesuai kebutuhan

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan peminjam dana jika sudah telanjur terjerat pinjol ilegal. Lakukan hal berikut: 

1. Segera lunasi pinjaman. Jika belum mampu, lakukan restrukturisasi. Misalnya, berupa penurunan bunga atau perpanjangan waktu pinjaman. 

2. Jangan pinjam lagi untuk menutup pinjaman, atau gali lubang tutup lubang. 

3. Blokir semua telepon yang melakukan penagihan tidak beretika. 

4. Segera lapor ke polisi apabila merasa dirugikan berupa teror, intimidasi atau perbuatan tidak menyenangkan lainnya. 

5. Berhenti meminjam dari pinjol ilegal. 

Pinjol ilegal tidak memiliki aturan yang jelas, sesuka hati menetapkan bunga, fee dan jangka waktu. Untuk itu jangan coba-coba akses ke pinjol illegal.  Ayo perempuan Indonesia, hindari pinjol ilegal dan cerdas dalam mengatur keuangan keluarga.

*** Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN