Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Tips Trading Jangka Pendek

Senin, 22 Februari 2021 | 07:45 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor,id – Menjadi investor saham sebaiknya terlebih dahulu menentukan tujuan investasinya, apakah ingin berinvestasi jangka panjang ataukah trading jangka pendek, karena masing-masing mempunyai srategi yang berbeda.

Sejatinya tidak bisa mengklaim mana yang paling baik di antara keduanya karena masing-masing punya keunggulan maupun kelemahannya. Investor sendiri yang bisa menentukan apakah mereka lebih cocok trading pendek atau berinvestasi jangka panjang, atau bisa jadi melakukan kombinasi keduanya sehingga bisa membagi portfolionya antara yang digunakan untuk trading pendek dan investasi jangka panjang.

Pertimbangan yang bisa dilakukan oleh investor untuk menentukan tujuan investasinya antara lain:
1. Pengetahuan yang dipunyai.
2. Waktu yang tersedia.
3. Modal yang digunakan.

Ketiganya sangat penting dipertimbangkan agar investasinya bisa mencapai hasil yang memadai dengan risiko yang terukur, karena tidak ada investasi yang bebas risiko.

Investor yang memilih melakukan trading jangka pendek ini disebut "Trader". Beberapa strategi trading jangka pendek yang bisa menjadi tips untuk meraih cuan, antara lain:

1. Trader harus mencari "obyek" saham yang mempunyai pergerakkan cukup aktif naik turunnya secara harian atau volatilitasnya tinggi.

Jadi sebelumnya trader bisa mengamati dulu beberapa hari karakter masing-masing saham, semakin mempunyai pergerakkan aktif itu semakin baik buat obyek trading jangka pendek karena trader akan "bermain" diantara fluktuasi naik turunnya harga saham secara harian, yaitu beli ketika harga cenderung akan naik dan jual ketika harga cenderung akan turun.

Hal ini berbeda dengan pengertian beli ketika harga sedang turun dan jual ketika harga sedang naik.

2. Trader harus mempunyai kemampuan Analisa Teknikal dan Tape Reading / Bandarmologi.

Analisis ini guna menentukan "timing" atau saat saat yang tepat untuk membeli dan menjual tadi.
Analisa teknikal adalah menganalisa tentang trend pergerakkan harga dengan dukungan volume. Sedangkan Tape Reading / Bandarmologi menganalisa pergerakkan harga selain dukungan volume juga frekuensi, book order yang terpasang, harga tertinggi / terendah, broker yang melakukan transaksi.Sehingga trader bisa menentukan prediksi harga yang akan datang apakah cenderung naik atau turun.

3. Trader juga tidak boleh tamak dengan target harga yang ingin dicapai karena biasanya gain atau hasil yang akan dicapai memang tidak besar. Di sini Trader mempunyai motto "sedikit tapi rutin" sehingga dari hasil yang sedikit tapi sering itu juga akan menjadi besar.

Demikian pula ketika menghadapi resiko, Trader juga harus cepat melakukan eksekusi jual jika ada sinyal penurunan tajam, agar bisa membatasi resiko yang lebih besar.

4. Trader memang harus punya waktu yang cukup guna memonitor pergerakkan harga yang begitu cepat serta melihat transaksi yang sudah terjadi maupun book order.

Biasanya Trader jangka pendek ini kurang memperhatikan Analisa Fundamental dan hanya mengutamakan pergerakan harga saja. Namun walau menggunakan pola tadi, saya sarankan juga tetap pilih saham yang mempunyai fundamental yang bagus untuk menghindari resiko terburuk yang bisa terjadi.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.
 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN