Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto ilustrasi: IST

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto ilustrasi: IST

Empat Perusahaan Berpeluang Raup Dana Rp 602,3 M dari IPO

Farid Firdaus, Kamis, 2 Januari 2020 | 20:39 WIB

JAKARTA, investor.id – Empat calon emiten baru berpeluang meraup dana senilai total Rp 602,3 miliar melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Empat perusahaan tersebut segera mencatatkan sahamnya (listing) pada Januari ini.

PT Cisadane Sawit Raya menawarkan 410 juta saham dengan harga IPO sebesar Rp 125 per saham. Perusahaan yang bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit ini berpeluang mengantongi dana segar Rp 51,25 miliar. PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek dari IPO tersebut.

“Masa penawaran umum berlangsung selama 30 Desember 2019, dan 2 hingga 3 Januari 2020. Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2020,” ungkap PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam laporannya, Kamis (2/1).

Sementara itu, PT Bank Amar Indonesia mengincar dana IPO hingga Rp 210,2 miliar. Perseroan menawarkan 1,2 miliar saham dengan harga penawaran Rp 174 per saham. PT UOB Kay Hian Sekuritas turut menjadi penjamin pelaksana efek dalam IPO Bank Amar.

Sesuai rencana, Bank Amar melangsungkan masa penawaran umum selama 2-6 Januari 2020. Perseroan menargetkan listing pada 9 Januari 2020 dan menjadi emiten pertama dari sektor perbankan yang IPO tahun ini.

Lebih lanjut, PT Ashmore Asset Management Indonesia segera menjadi manajer investasi pertama yang melangsungkan IPO di Indonesia. Perseroan menawarkan 111,11 juta saham dengan harga penawaran Rp 1.900 per saham. Alhasil, perseroan akan mengantongi dana IPO sekitar Rp 211,11 miliar. PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai underwriter.

“Ashmore Asset Management menggelar masa penawaran umum selama 2-8 Januari 2020, sementara pencatatan saham di BEI pada 14 Januari 2020,” tulis KSEI.

Tak ketinggalan, PT Perintis Triniti Properti menetapkan harga penawaran saham perdana sebesar Rp 200 per saham. Perseroan melepas 648,83 juta saham pada IPO ini. Dengan demikian, dana yang akan diterima sekitar Rp 129,76 miliar. Pada saat bersamaan, Triniti Properti menawarkan waran dengan harga pelaksanaan Rp 380 per saham.

Dalam prospektus sebelumnya disebutkan, perseroan akan menerbitkan hingga 437,33 juta waran seri I yang nantinya dapat dikonversi menjadi saham dalam kurun 15 Juli 2020 hingga 13 Januari 2023.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Royal Investium Sekuritas menjadi underwriter dari IPO Triniti Properti. Emiten properti ini melaksanakan periode penawaran umum selama 2-8 Januari, sehingga tanggal pencatatan saham ditargetkan pada 15 Januari 2020.

Pipeline BEI

Sebagai informasi, empat perusahaan ini masuk dalam daftar 30 calon emiten yang berada di pipeline IPO BEI per 20 Desember 2019. Dari daftar ini, sebanyak dua perusahaan mengajukan pembatasan informasi. Para calon emiten ini menggunakan dasar valuasi laporan keungan yang beragam, mulai dari Mei 2019 hingga September 2019.

Perusahaan yang mengantre masuk BEI tersebut antara lain, PT Alamanda Investama, PT Graha Belitung Utama, PT Era Graharealty, PT Royalindo Investama Wijaya, PT Pratama Widya, PT Karya Bersama Anugerah, PT Diamond Citra Propertindo, PT Andalan Sakti Primaindo, PT Lancartama Sejati, PT Makmur Berkah Amanda, dan PT Pakuan. Mereka masuk dalam kelompok emiten sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Di sektor infrastruktur dan transportasi, ada PT Putra Rajawali Kencana dan PT Batulicin Nusantara Maritim.

Lebih lanjut, PT Esta Multi Usaha, PT Nara Hotel Internasional, PT Tourindo Guide Indonesia, PT Agro Yasa Lestari, PT Cahaya Bintang Medan, PT Aesler Grup Internasional, PT Metro Healthcare Indonesia, dan PT Molly Sentosa Indonesia menjadi calon emiten yang berada pada kelompok perdagangan, jasa dan investasi.

Sementara, di sektor konsumsi, terdapat PT Morenzo Abadi Perkasa, PT Diamond Food Indonesia, PT Era Mandiri Cemerlang, dan PT Cipta Selera Murni.

Sepanjang 2020, BEI cenderung berharap bisa menjaring emiten baru yang lebih banyak dari tahun 2019 yang mencapai 55 emiten baru. Berbagai upaya dilakukan seperti melakukan edukasi dan mencari pengusaha maupun perusahaan potensial di berbagai daerah. Sementara dari segi aturan, OJK mulai merancang sejumlah aturan yang tujuannya menyederhanakan sejumlah proses terkait emiten di BEI.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA