Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Tourindo Guide Tetapkan Harga IPO Rp 80 Per Saham

Gita Rossiana, Sabtu, 4 Januari 2020 | 12:11 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public of fering/IPO) saham dengan mengincar dana hingga Rp 12 miliar. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 150 juta saham ke publik.

Adapun harga penawaran untuk saham yang dilepas adalah Rp 80 per saham. Untuk jadwal pelaksanaan IPO, perseroan mendapatkan pernyataan efektif pada 27 Desember 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 2-3 Januari 2020.

“Selanjutnya, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 8 Januari 2020,” ungkap manajemen Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam publikasinya di Jakarta, Jumat (3/1).

Dalam aksi IPO ini, perseroan menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Tourindo Guide Indonesia adalah sebuah marketplace yang memasarkan produk pariwisata secara digital. Perusahaan ini berdiri pada 2017 dengan merek Pigijo dan menawarkan tiket pesawat, paket perjalanan wisata dan lainnya.

Aksi IPO Tourindo Guide Indonesia ini menambah daftar perusahaan yang akan melakukan IPO pada Januari 2020. Sebelumnya, ada empat perusahaan dengan total penghimpunan dana Rp 602,32 miliar yang akan segera mencatatakan sahamnya (listing) pada Januari ini.

PT Cisadane Sawit Raya menawarkan 410 juta saham dengan harga penawaran Rp 125 per saham. Perusahaan yang bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit ini berpeluang mengantongi dana segar Rp 51,25 miliar. PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek dari aksi IPO perseroan.

“Masa penawaran umum berlangsung selama 30 Desember 2019, dan 2 hingga 3 Januari 2020. Tanggal pencatatan di BEI pada 9 Januari 2020,” tulis KSEI.

Sementara itu, PT Bank Amar Indonesia mengincar dana IPO hingga Rp 210,2 miliar. Perseroan menawarkan 1,2 miliar saham dengan harga penawaran Rp 174 per saham. PT UOB Kay Hian Sekuritas turut menjadi penjamin pelaksana efek dari aksi IPO Bank Amar.

Sesuai rencana, Bank Amar melangsungkan masa penawaran umum sejak 2 hingga 6 Januari 2020. Perseroan menargetkan listing pada 9 Januari 2020 dan menjadi emiten pertama dari sektor keuangan yang IPO tahun ini.

Lebih lanjut, PT Ashmore Asset Management Indonesia segera menjadi manajer investasi pertama di dalam negeri yang melangsungkan IPO. Perseroan menawarkan 111,11 juta sagam dengan harga penawaran Rp 1.900 per saham. Alhasil, perseroan akan mengantongi dana IPO sekitar Rp 211,11 miliar.

PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai underwriter yang menangani IPO ini. “Ashmore Asset Management menggelar masa penawaran umum pada 2 hingga 8 Januari 2020, sementara pencatatan saham di BEI pada 14 Januari 2020,” tulis KSEI.

Tak ketinggalan, PT Perintis Triniti Properti menetapkan harga penawaran saham perdana sebesar Rp 200 per saham. Perseroan melpeas 648,83 juta saham pada aksi IPO ini. Dengan demikian, dana yang akan diterima sekitar Rp 129,76 miliar.

Pada saat bersamaan, Perintis Triniti menawarkan waran di harga Rp 380 per saham. Dalam prospektus sebelumnya disebutkan, perseroan akan menerbitkan hingga 437,33 juta waran seri I yang nantinya dapat dikonversi menjadi saham dalam kurun 15 Juli 2020 hingga 13 Januari 2023.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Royal Investium Sekuritas menjadi underwriter dari IPO Perintis. Emiten property ini melaksanakan periode penawaran umum selama 2-8 Januari, sehingga tanggal pencatatan saham ditargetkan pada 15 Januari 2020.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA