Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi cloud computing (Sumber: supraits.com)

Ilustrasi cloud computing (Sumber: supraits.com)

Studi McAfee: Cloud Percepat Pertumbuhan Bisnis

Selasa, 2 Juli 2019 | 20:13 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - McAfee, perusahaan keamanan siber (cybersecurity), merilis edisi terbaru Laporan Adopsi Komputasi Awan dan Risikonya (Cloud and Risk Adoption Report). Studi fokus pada dampak bisnis layanan cloud dan bagaimana organisasi/perusahaan di seluruh dunia mengatasi celah keamanan untuk mempercepat bisnisnya dengan cloud.

Craig Nielsen, wakil presiden wilayah Asia Pasifik (APAC) McAfee, mengatakan, layanan cloud adalah kemajuan paling signifikan dalam teknologi informasi (TI) sejak mulai diperkenalkannya koneksi internet di dunia.

“Sebagian besar organisasi saat ini mendapat manfaat dari kolaborasi, skalabilitas, dan efektivitas biaya yang dimungkinkan oleh penggunaan layanan cloud,” ujar Nielsen, dalam keterangannya, Selasa (2/7).

Dia menjelaskan, dalam melakukan studi, McAfee menyurvei 1.000 organisasi/perusahaan di seluruh dunia, dan 35% di antaranya berasal dari wilayah Asia Pasifik. Kemudian, McAfee menggabungkan metode hasil dengan wawasan dari miliaran peristiwa cloud anonim yang terlihat setiap bulan oleh Cloud Access Security Broker (CASB), MVISION Cloud dari McAfee.

“Hasilnya menunjukkan bahwa berbagai organisasi berhasil mempercepat bisnis mereka dengan penggunaan layanan cloud,” ujar Nielsen.

Dia juga menyampaikan, ada kesenjangan yang mencolok antara organisasi/perusahaan yang telah menangani tanggung jawab untuk melindungi data dengan solusi cloud, dan mereka yang tidak/belum mengaplikasikannya.

Disebutkan, organisasi di dalam wilayah Asia Pasifik lebih dari 29% lebih mungkin untuk meluncurkan produk baru, mempercepat waktu ke pasar, dan memperluas ke pasar baru dengan cloud. Hal ini terjadi ketika secara proaktif ketika keamanan data mereka ditangani dengan cloud melalui pemantauan CASB.

“Penelitian ini menyoroti organisasi yang memimpin tuntutan dalam adopsi cloud, memprioritaskan keamanan data saat mereka meluncurkan layanan cloud baru, dan menang di pasar karena tindakan yang mereka ambil,” jelasnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN