Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam acara peluncuran survei indeks literasi digital Indonesia 2021, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/1) (Foto: Eman)

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam acara peluncuran survei indeks literasi digital Indonesia 2021, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/1) (Foto: Eman)

2021, Indeks Literasi Digital Indonesia Berada pada Level Sedang

Kamis, 20 Januari 2022 | 17:40 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Katadata Insight Center dan Siber Kreasi melakukan survei terkait indeks literasi digital di Indonesia pada 2021.

Survei yang melibatkan 1000 responden di 514 kabupaten/kota di Indonesia tersebut mengungkapkan, indeks literasi digital di Indonesia meningkat mencapai 3,49 pada 2021 dari 3,46 pada 2020 dengan angka maksimum 5,00.

Dengan pencapaian tersebut, maka indeks literasi digital di Indonesia masih berada pada level sedang, atau belum mencapai baik. Sedangkan pilar literasi digital yang mendapat skor tertinggi adalah digital culture sebesar 3,90. Disusul digital ethics 3,53, digital skills 3,44, serta terendah digital safety 3,10.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pengukuran indeks literasi digital ini selain untuk mengetahui status literasi digital di Indonesia juga untuk memastikan upaya peningkatan literasi digital masyarakat makin tepat sasaran.

“Kita ingin terus mempercepat dan mengawal terus tingkat literasi digital masyarakat, mengimbangi dengan perkembangan teknologi digital yang cepat dan makin strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini,“ kata Semmy, sapaan Semuel di saat peluncuran hasil survei indeks literasi digital Indonesia 2021 di Jakarta, Kamis (20/1).

Menurut Semmy, terdapat empat pilar (digital culture,digital skill, digital ethics dan digital safety) yang menjadi pembentuk atau tolak ukur indeks literasi digital yang diukur setiap tahun.

“Saat ini, semua kegiatan hampir terintegrasi semua ke ruang digital. Perkembangan digital yang dibarengi dengan perkembangan teknologi harus diimbangi oleh leiterasi digital yang memadai. Sehingga, pengguna ruang digital dapat mengoptimalkan ruang digital untuk kegiatan yang produktif,” ujar Semmy.

Panel Ahli Katadata Insight Center Mulya Amri menambahkan, tahun ini Indeks Literasi Digital Indonesia berada pada skor 3,49 atau pada tahap sedang dan mendekati baik.

“Penggunaan empat pilar dalam pengukuran kali ini mengacu pada roadmap Literasi Digital Indonesia 2020-2024 yang disusun Kemenkominfo berdasarkan riset nasional sebelumnya serta mengacu pengukuran serupa yang dimikili UNESCO,” jelas Mulya.

Mulya menambahkan, bila dibanding tahun sebelumnya, pada kerangka indeks tahun 2021 terdapat perubahan dalam pengelompokan unsur pembentuk yang menyusun indeks.

“Ini adalah upaya untuk terus memastikan Indonesia memiliki alat ukur yang ajeg dan kini kita sudah punya roadmap atau peta jalan yang bisa dijadikan acuan baik dalam pengkuran maupun upaya peningkatan literasi,” kata Mulya.

Mulya juga menyebutkan pilar digital safety yang mendapat skor paling rendah perlu mendapat perhatian. Responden masih banyak yang belum mampu melindungi dirinya di dunia maya.

“Kami menemukan misalnya, masih banyak yang tidak menyadari bahaya dari mengunggah data pribadi,” ujar Mulya.

Selain mengukur indeks literasi, pihaknya juga mengalisis perilaku pengguna internet di Indonesia.

“Lewat survei ini, kami juga menemukan juga jika masyarakat saat ini mengalami peningkatan skill dalam mengklarifikasi berita bohong. Ini ditunjukkan dengan makin banyak yang rajin mencari melalui mesin pencari di dunia maya untuk mendapatkan kebenaran sebuah informasi,” tegas Mulya.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN