Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kunjungan Virtual Cartenz. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Dharmawan menerima secara virtual kunjungan CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, COO Cartenz Ervina Watty, serta jajaran manajemen lainnya di Kantor BeritaSatu, di Jakarta, Kamis (10/12/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kunjungan Virtual Cartenz. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Dharmawan menerima secara virtual kunjungan CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, COO Cartenz Ervina Watty, serta jajaran manajemen lainnya di Kantor BeritaSatu, di Jakarta, Kamis (10/12/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

2022, Cartenz Targetkan 300 Klien Pemda

Jumat, 11 Desember 2020 | 08:58 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Cartenz Group, perusahaan start-up lokal yang bergerak di bidang jasa solusi IT e-govenment, menargetkan 300 pemerintah daerah (pemda) di Indonesia menjadi kliennya pada 2022 dari saat ini sekitar 100 pemda. Perusahaan ini juga memproyeksikan bisa meraup untung tahun 2021 dan melaksanakan initial public offering (IPO) pada 2023.

Selain telah memiliki 100 klien pemda, Cartenz saat ini telah menggarap lebih dari 20 e-government software, punya lebih dari 30 mitra IT (IT partners), mitra klien lebih dari 10 bank, dan lebih dari 6.000 electronic fiscal devices (EFD) unit terinstal.

Klien untuk pemda antara lain Pemprov DKI Jakarta, Kabupaten Aceh Tamiang di Aceh, hingga Kabupaten Mimika di Papua Barat. Cartenz Group juga memiliki mitra klien Kementerian Keuangan, BKPM, BUMN Pertamina dan Telkomsel, serta Bank DKI dan Bank Sulutgo.         

Kunjungan Virtual Cartenz. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Dharmawan menerima secara virtual kunjungan CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, COO Cartenz Ervina Watty, serta jajaran manajemen lainnya di Kantor BeritaSatu, di Jakarta, Kamis (10/12/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Kunjungan Virtual Cartenz. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Dharmawan menerima secara virtual kunjungan CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, COO Cartenz Ervina Watty, serta jajaran manajemen lainnya di Kantor BeritaSatu, di Jakarta, Kamis (10/12/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

CEO Cartenz Group Gito Wahyudi mengatakan, Cartenz yang berdiri pada November 2014 memulai bisnis dengan jumlah lima karyawan saja. Saat ini, jumlah karyawan sudah bertambah menjadi 200-an orang dan telah memiliki sekitar 100 klien pemda.

“Tahun 2022, (target) kita 300 pemda (menjadi klien). Bahkan, mungkin, tahun 2023, kita sudah ada pencanangan untuk IPO. Karena, kita merupakan market leader untuk e-government di Indonesia,” ungkap Gito, dalam Media Visit Virtual Cartenz Group ke Berita Satu Media Holdings, Kamis (10/12).

Menurut dia, Cartenz sudah mencanangkan bisa membukukan keuntungan pada 2021 walaupun belum menentukan besaran persentasenya. Hal tersebut dicanangkan setelah dua tahun terakhir cukup agresif dalam ekspansi dan akuisisi bisnis, sesudah menerima pendanaan puluhan juta dolar AS.

“Untuk akuisisi start-up, Cartenz  seperti saya sampaikan di awal, market pemerintah merupakan fondasi bisnis karena belum ada yang sentuh pasarnya. Fokus utama ke depan pun akan lebih pada menggarap pasar pemerintah yang tak jauh dari citizen (masyarakat),” tuturnya.

Selanjutnya, Cartenz akan mengakuisisi, atau ekspansi ke ide-ide yang sifatnya pelayanan masyarakat, setelah banyak berkecimpung pada upaya perbaikan dan membuat solusi bagi pemerintah.

Sebagai contoh, setelah fondasi infrastruktur pemerintah berbentuk, Cartenz akan siap mengimplementasikan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Eh, kalau mau urus akte kelahiran, kita nggak usah lagilah datang ke Dukcapil, tapi bisa menggunakan mobile apps. Kalau di tengah jalan ada start-up yang bisnisnya mirip-mirip, atau inline dengan bisnis kita, ada potensi kita akuisisi,” imbuhnya.

Namun, Gito menekankan, ke depan, kiprah Cartenz tidak hanya sebatas pada pasar layanan dan solusi untuk pemerintah dan layanan masyarakat secara umum. Cartenz saat ini pun sedang membuka peluang pasar asosiasi bisnis, seperti menjajaki kerja sama dengan PHRI.

“Kami juga membuka peluang untuk membuat solusi aplikasi terintegrasi untuk mengatasi berbagai masalah mulai dari Covid-19 dan lainnya, narkoba, teroris dan keamanan, sampah, kemacetan, serta lainnya. Ini memang bisa dimulai dari DKI Jakarta, dan bila berhasil bisa dtularkan ke pemda lain di Indonesia,” tuturnya.

Layanan Cartenz   

Kunjungan Virtual Cartenz. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Dharmawan menerima secara virtual kunjungan CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, COO Cartenz Ervina Watty, serta jajaran manajemen lainnya di Kantor BeritaSatu, di Jakarta, Kamis (10/12/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Kunjungan Virtual Cartenz. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Dharmawan menerima secara virtual kunjungan CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, COO Cartenz Ervina Watty, serta jajaran manajemen lainnya di Kantor BeritaSatu, di Jakarta, Kamis (10/12/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Gito menjelaskan, sebagai perusahaan penyedia jasa IT e-govenment dengan jargon #AdvancingIndonesia, Cartez Group terus berupaya untuk membantu semua tingkat lembaga dan industri dalam pemanfaatan sistem informasi yang andal dan terintegrasi bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia dengan berbagai solusi yang dihadirkan.

Salah satunya, produk untuk perpajakan daerah yang terdiri atas jasa konsultansi, peningkatan sumber daya manusia (SDM), administrasi pajak daerah, dan pengawasan pajak daring (online tax monitoring/OTM).

Jasa konsultasi mencakup diagnostik pendapatan asli daerah (PAD) serta pemutakhiran data, antara lain dengan pemetaan dan pendataan wilayah. Peningkatan SDM merupakan upaya peningkatan keahlian aparatur sipil negara (ASN) berbasis pengembangan profesi.

Administrasi pajak daerah dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna, terintegrasi, efisien, dan mendukung keterbukaan publik. Sedangkan OTM dengan implementasi EFD yang diarahkan untuk tapping devices, cash register online, dan client reader apps.  

Dalam implementasi produk untuk perpajakan daerah yang terdiri atas jasa konsultansi, Cartenz menyediakan solusi e-government  untuk pemutakhiran database pajak pemda.

Pemetaan wilayah juga dilakukan dengan menerbangkan pesawat pintar nirawak (drone) untuk pendataan objek dan subjek pajak dengan aplikasi berbasis mobile. Kemudian, pemutakhiran NIR, atau zona nilai tanah untuk kepentingan pajak.

Selanjutnya, penerapan solusi SmartGov, yakni sebuah aplikasi administrasi pajak daerah berbasis web dan mobile yang mencakup 11 Jenis pajak dengan modul pendukung, yakni PBB, BPHTB, reklame, mineral, hotel, hiburan, restoran, parkir, penerangan jalan, walet, dan air tanah. 

Dari penggunaan jasa konsultansi dan penggunaan SmartGov dari Cartenz, pemda pun telah menyampaikan testimoni dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan pengelolaan pajak yang lebih akuntabel, sehingga di antaranya memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam audit dari BPK.

Dampak postif lainnya, setelah menggunakan solusi Cartenz sejak tahun 2014, pendapatan pajak Kabupaten Badung, Bali, meningkat hingga 80,3% menjadi Rp 4,22 triliun pada 2019. 

“Dalam layanan solusi pajak, kami berpikir out the box, atau berpikir dari kebalikan pemikiran umumnya. Kami berpikir dari bagaimana meningkatkan pendapatan dan pengelolaannya, dari umumnya pemerintah masih berpikir tentang pengelolaan dan membelanjakan pendapatan pajak,” tutur Gito.

Solusi Lain

Ilustrasi bisnis Cartenz Group, dengan slogan Advancing Indonesia. (IST)
Ilustrasi bisnis Cartenz Group, dengan slogan Advancing Indonesia. (IST)

Sementara itu, dalam solusi e-government OTM, Cartenz Group menerapkan EFD untuk interceptor box, web services, dan point of sales. Kemudian, solusi e-government  untuk layanan publik digital terintegrasi berupa loket online, layanan pajak, pembayaran online, virtual chat, dan info seputar pemda.

Selain itu, Cartenz menyediakan solusi untuk masyarakat. Satu di antaranya, penyediaan Jejak Apps, aplikasi mobile yang terhubung ke dashboard pemda. Kali ini, aplikasi  sedang diuji coba di DKI Jakarta,  untuk melakukan tracing  pergerakan orang dari satu tempat publik ke tempat lainnya untuk memantau penyebaran Covid-19.

Kemudian, ada Pesen.io, aplikasi berbasis web yang ditujukan untuk kemudahaan pemesanan makanan di restoran dengan meminimalisasi kontak fisik cukup dengan men-scan QR Code yang diletakan di setiap meja. Pelanggan juga tidak diwajibkan untuk menginstal aplikasi apa pun.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN