Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kerawanan data pribadi di ranah online. (IST)

Ilustrasi kerawanan data pribadi di ranah online. (IST)

10 Tips Menjaga Privasi Online

Selasa, 7 Januari 2020 | 09:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kaspersky, perusahaan keamanan siber (cybersecurity) global, memberikan 10 tips dan cara untuk melindungi dan penyalahgunaan data pribadi di wilayah dunia maya (intenet) dan dalam jaringan (daring/online).

Beberapa yang bisa dilakukan antara lain dengan pengaturan privasi jejaring sosial, penggunaan kata sandi yang aman, dan menjaga privasi di jaringan Wi-Fi publik.

Pelanggaran data pribadi besar-besaran, pengiklan yang terus melacak setiap langkah Anda secara online, orang-orang tidak bertanggung jawab menjelajahi foto yang dibagikan di jejaring sosial, dan masih banyak fenomena menyimpang lain mungkin akan terus terjadi dan berlanjut.

Namun, kita tidak boleh menyerah menghadapi fenomena tersebut dan berupaya untuk selalu melindungi data pribadi. Kaspersky pun memberikan 10 tips yang perlu dilakukan untuk melindungi data pribadi di ranah daring.

1. Pengaturan Privasi

Apabila memiliki akun di media sosial (medsos), Anda mungkin akan terkejut betapa banyak data pribadi dalam jejaring tersebut yang dapat dilihat oleh siapa saja di internet secara default. Karena itu, Kaspersky sangat menyarankan untuk selalu memeriksa pengaturan privasi Anda.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan memilah-milah untuk membagi informasi mana yang dapat dibagikan kepada orang asing dan untuk teman. Atau, bahkan, tidak ada orang selain Anda yang boleh mengaksesnya. Karena itu, ubah pengaturan privasi akun jejaring sosial Anda, misalnya di Facebook Twitter, Instagram, dan Snapchat.

2. Lokasi Simpan

Membagikan segala sesuatu pada jejaring sosial tidak pernah ada batasnya. Karena itu, idealnya, jangan menggunakan layanan online yang dimaksudkan untuk menyimpan informasi pribadi Anda. Misalnya, Google Documents bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan daftar kata sandi.

Begitu juga, Dropbox bukan tempat terbaik untuk pemindaian paspor Anda, kecuali disimpan dalam arsip terenkripsi. Intinya, jangan gunakan layanan yang dimaksudkan untuk 'berbagi' sebagai penyimpanan data pribadi Anda.

3. Hindari Pelacakan

Ketika mengunjungi situs web, browser akan mengungkapkan banyak hal hingga riwayat selancar Anda. Pengiklan akan menggunakan informasi tersebut untuk melacak dan menargetkan dengan iklan dengan sesuai preferensi Anda yang disimpulkan dari data pibadi.

Bahkan, mode penyamaran (incognito) tidak begitu dapat mencegah pelacakan seperti itu. Karena itu, Anda perlu mengunakan penjelajahan pribadi di Kaspersky Internet Security untuk menghindari pelacakan internet jika menggunakan. Kemudian, pelajari lebih anjut tentang alat yang dapat melindungi Anda dari pelacakan web.

4. Jaga e-mail dan Ponsel

Apa yang dapat ditimbulkan dari berbagi alamat e-mail dan nomor telepon pribadi, di antaranya banyak masuk pesan sampah (spam) di kotak masuk e-mail dan ratusan panggilan robot pada ponsel Anda.

Apabila Anda harus membagikan informasi untuk layanan internet dan toko online, jangan membagikannya kepada orang-orang asing secara acak di jejaring sosial. Pertimbangkan untuk membuat alamat e-mail terpisah, sekali pakai, dan jika mungkin, nomor telepon terpisah untuk jenis kasus-kasus tersebut.

5. Gunakan Enkripsi

Sebagian besar aplikasi perpesanan telah modern menggunakan pengaman informsai pengguna (enkripsi). Tetapi, dalam banyak kasus, itulah yang mereka sebut sebagai enkripsi transit, atau pesan didekripsi di pihak penyedia layanan dan disimpan pada servernya.

Yang mengkhawatirkan jika sampai seseorang meretas server tersebut. Karena itu, jangan mengambil risiko. Pilihlah enkripsi end-to-end. Karena, dengan cara tersebut, bahkan, penyedia layanan perpesanan tidak dapat melihat percakapan Anda.

Salah satu aplikasi perpesanan dengan enkripsi end-to-end adalah WhatsApp. Selain itu, perhatikan bahwa secara default, Facebook Messenger, Telegram, dan Google Allo telah menggunakan enkripsi end-to-end. Untuk mengaktifkannya, mulailah obrolan rahasia secara manual.

6. Kata Sandi Aman

Menggunakan kata sandi (password) lemah untuk melindungi informasi pribadi Anda sama saja dengan 'meneriakkan informasi' itu kepada setiap orang yang berlalu lalang di dunia internet dan daring.

Karena itu, gunakan kata sandi yang cukup panjang (12 karakter dan lebih) di mana pun. Kemudian, gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan. Terakhir, Anda juga bisa mengggunakan Kaspersky Password Manager untuk membuat penggunaan kata sandi aman dan lebih mudah.

7. Izin Aplikasi dan Browser

Aplikasi seluler saat ini hampir selalu meminta izin Anda untuk mengakses kontak, atau file dalam penyimpanan perangkat, menggunakan kamera, mikrofon, geolokasi, dan sebagainya. Beberapa aplikasi memang benar-benar tidak dapat bekerja tanpa izin tersebut.

Hanya saja, beberapa menggunakan informasi tersebut untuk membuat profil Anda bagi pengiklan, atau hal yang lebih buruk lagi. Untungnya, Anda bisa mengontrol izin mana yang dapat diberikan kepada aplikasi apa saja.

Hal yang sama juga berlaku untuk ekstensi browser, yang juga memiliki kecenderungan memata-matai hal yang tidak menguntungkan penggunanya. Karena itu, Anda perlu berhati-hati agar jangan sampai memasang ekstensi browser kecuali memang benar-benar membutuhkannya. Langkah yang perlu dilakukan, periksa dengan cermat izin yang Anda berikan.

8. Amankan Perangkat

Komputer dan ponsel memiliki banyak data yang lebih baik untuk dirahasiakan dengan melindunginya pakai kata sandi. Kata sandi tidak harus dibuat rumit dan unik, tetapi cukup untuk menyingkirkan orang asing yang akan menggunakannya.

Pada perangkat seluler, mari lakukan sedikit lebih baik, terapkan PIN enam digit, atau kata sandi aktual daripada empat digit dan pola kunci layar. Untuk perangkat yang mendukung autentikasi biometrik, baik pembaca sidik jari, atau membuka kunci wajah pada umumnya cukup baik, tetapi punya keterbatasan.

9. Nonaktifkan Layar Kunci

Anda mungkin melindungi ponsel dengan kata sandi yang panjang dan aman, tetapi membiarkan pemberitahuan di layar kunci muncul begitu saja? Sekarang, setiap orang bisa saja melihat dan mengetahui urusan Anda.

Agar informasi itu tidak muncul di layar yang terkunci, atur notifikasi dengan tepat. Karena itu, nonaktifkan pemberitahuan layar kunci, atau sembunyikan informasi sensitif dari layar kunci.

10. Penggunaan Wi-Fi

Anda juga perlu lebih berhati-hati ketika menggunakan jaringan Wi-Fi publik karena biasanya tidak memiliki enkripsi lalu lintas data. Itu berarti, siapa pun di jaringan yang sama dapat mencoba mengintip lalu lintas data Anda.

Karena itu, hindari mengirimkan data sensitif apa pun, baik login, menggunakan kata sandi, data kartu kredit, dan sebagainya melalui Wi-Fi publik. Lebih aman gunakan jaringan pribadi (VPN) untuk mengenkripsi data Anda serta melindunginya dari pengintaian.

Virtual private network (VPN) merupakan sebuah cara aman untuk mengakses lokal area network yang berada pada jangkauan tertentu, dengan menggunakan internet, atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN