Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
WhatsApp.

WhatsApp.

WhatsApp Pulihkan Kepercayaan Pengguna Lewat Status

Senin, 1 Februari 2021 | 21:36 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – WhatsApp, aplikasi perpesanan terpopuler di dunia milik Facebook, mengunggah pesan kepada pengguna tentang privasi melalui Status. Tujuannya untuk memulihkan kepercayaan pengguna terhadap keamanan dan privasi.

"Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda," bunyi pesan yang dilihat Investor Daily pada Status aplikasi WhatsApp untuk ponsel berplaform Android, Senin (1/2).

Selanjutnya, WhatsApp juga menyampaikan pesan bahwa WhatsApp tidak dapat melihat, atau mendengarkan pesan pribadi pengguna, karena dilindungi oleh enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end).

Pesan tersebut telah muncul pada Status pengguna WhatsApp di Indonesia. Menurut laporan The Verge, pesan serupa juga telah muncul di Amerika Serikat, Inggris, dan India.

Juru bicara WhatsApp mengatakan bahwa pesan tersebut dikirimkan kepada pengguna karena ada banyak informasi yang salah dan menimbulkan kebingungan seputar pembaruan WhatsApp bagi para pengguna.

"Kami ingin membantu semua orang memahami fakta di balik bagaimana WhatsApp melindungi privasi dan keamanan orang," ungkap juru bicara WhatsApp, seperti dikutip Antara.

Untuk selanjutnya, WhatsApp menyampaikan akan memberikan pembaruan pesan di posisi Status, sehingga orang-orang akan mendapatkan informasi secara langsung dari WhatsApp.

Pesan tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih besar dari WhatsApp untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang pembaruan yang akan datang untuk kebijakan privasinya.

Pembaruan tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana bisnis yang menggunakan WhatsApp untuk layanan pelanggan dapat menyimpan log dari obrolan mereka di server Facebook.

WhatsApp telah melakukan uji coba perubahan tersebut pada November 2020 dan mengumumkannya pada awal Januari 2021. Namun, mengingat riwayat kesalahan privasi Facebook, pengguna salah mengartikan perubahan kebijakan privasi tersebut yang ditafsirkan pengguna bahwa WhatsApp akan mewajibkan berbagi informasi sensitif dengan Facebook.

WhatsApp juga mengunggah informasi tentang perubahan kebijakan tersebut pada halaman FAQ, yang menegaskan bahwa pembaruan tersebut tidak memengaruhi cara orang berkomunikasi secara pribadi. WhatsApp juga telah menunda tanggal pembaruan, yang awalnya berlaku Februari 2021, hingga menjadi Mei 2021.

Di tengah kebingungan pengguna, aplikasi perpesanan saingan Signal dan Telegram baru-baru ini mengalami lonjakan pengguna baru. Pekan lalu, bahkan,  Telegram menambahkan fitur untuk mengimpor riwayat obrolan WhatsApp. Signal juga telah menambahkan fitur stiker animasi dan ke dalam aplikasinya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN