Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel A Pangerapan. (IST)

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel A Pangerapan. (IST)

Kemkominfo, ICT Watch, dan WhatsApp Luncurkan Edukasi Literasi Digital

Rabu, 17 Maret 2021 | 19:32 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan organisasi masyarakat ICT Watch, dan penyedia layanan pesan instan Whatsapp, meluncurkan program edukasi literasi digital. Program edukasi tentang perlindungan data pribadi dan pencegahan hoaks Covid-19 ini menyasar 20 ribu peserta.

Kegiatan tersebut pun diharapkan dapat memperbesar kapasitas masyarakat di Indonesia dalam menggunakan teknologi digital di masa percepatan transformasi digital dan di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan. regulasi tidak cukup tanpa kesadaran masyarakat. Karena itu, Kemkominfo bersama dengan Facebook, Whatsapp, dan ICT Watch, melanjutkan program 2020, yaitu roadshow literasi digital.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap literasi digital, khususnya dalam isu privasi, perlindungan data pribadi, serta misinformasi tentang Covid-19,” ujar Semmy, panggilan akrab Semuel A Pangerapan, dalam peluncuran daring program ‘Roadshow Literasi Digital di Masa Pandemi Covid-19’, Rabu (17/3).

Ia membeberkan, dalam survei literasi digital yang dilakukan Kominfo dan beberapa lembaga lainnya, didapatkan bahwa indeks literasi digital di Indonesia masih berada di bawah standar baik.

Mengacu pada indeks literasi digital yang dimiliki UNESCO dengan indikator angka 1 hingga 4, Indonesia pun mendapatkan hasilnya hanya 3,17. Itu artinya, Indonesia berada di level sedang untuk isu literasi digital.

Dengan tingkat literasi digital di Indonesia yang belum tergolong baik, Plt Direktur ICT Watch Widuri mengharapkan, program itu dapat sebanyak mungkin menjangkau masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, khususnya untuk memahami perkembangan teknologi digital di Indonesia.

“Kami kembali mengambil bagian dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat Indonesia di bidang literasi digital dan menantikan keberlanjutan dari program ini. Kami sangat berharap dukungan penuh dari masyarakat agar literasi digital dapat menjangkau lebih banyak lagi warganet,” kata Widuri.

Sementara itu, Head of WhatsApp Will Cathcart mengapresiasi dan bangga karena dapat terlibat membagikan pengetahuan bagi warganet Indonesia terkait literasi digital. Hal tersebut khususnya terkait dengan privasi, perlindungan data, dan menumpas informasi hoaks Covid-19 yang masih banyak ditemukan di masyarakat.

Program itu pun menjadi bukti komitmen WhatsApp mendukung Indonesia melangkah ke era transformasi digital yang lebih baik. Dalam dua tahun terakhir, penyedia layanan pesan instan tersebut pun aktif memberikan pelatihan bagi belasan ribu masyarakat di Tanah Air agar melek terhadap teknologi digital.

"Tahun ini, kami bertujuan melatih lebih dari 20.000 peserta baru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesadaran tentang privasi dan perlindungan data pribadi, serta hoaks terkait Covid-19. WhatsApp sangat peduli pada masa depan Indonesia,” pungkas Will.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN