Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo: Kapabilitas Komunikasi Publik Perlu Ditingkatkan

Senin, 30 Agustus 2021 | 18:28 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dinamika pesat perubahan situasi geopolitik dan ekonomi global, serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi tantangan bagi pembangunan dan penyelenggaraan komunikasi publik nasional. Kondisi tersebut pun memerlukan peningkatan kapabilitas sistem komunikasi publik nasional.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, kita perlu segera memutakhirkan dan meningkatkan kapabilitas sistem komunikasi publik nasional agar sigap mengikuti dinamika perubahan yang terjadi.

“Tuntutan ini menjadi semakin dirasakan urgensinya sejalan dengan pencapaian tujuan nasional melalui pewujudan Visi Indonesia 2045, yakni Indonesia yang Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur," ungkap Johnny, dalam sambutan ‘Konvensi Pranata Humas’ yang berlangsung virtual dari Jakarta, Senin (30/8).

Menurut dia, kredibilitas pemerintah perlu dibangun secara holistik. Komunikasi publik pun tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan aktivitas pemerintah.

"Kita pun butuh menjangkau publik melalui berbagai cara agar partisipasi publik dalam pembangunan nasional dapat difasilitasi," tandasnya.

Menkominfo menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menyusun Grand Design Sistem Komunikasi Publik Nasional Tahun 2020-2045.

"Tahun 2020 hingga tahun 2024 merupakan tonggak pertama pembangunan dan penyelenggaraan komunikasi publik," ujarnya.

Dalam fase itu, menurut Menkominfo, beberapa sasaran harus dicapai oleh seluruh elemen komunikasi publik, termasuk pranata humas sebagai sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan komunikasi publik.

Beberapa di antaranya, pertama, pengembangan kapasitas organisasi dan kelembagaan komunikasi publik, dan kedua, pengembangan sistem manajemen komunikasi publik.

"Berkaitan dengan SDM, ada sasaran pembentukan, penyesuaian kembali, dan peningkatan keterampilan SDM. Kemudian, pengembangan sistem standarisasi dan sertifikasi SDM, serta peningkatan literasi media, literasi data, dan literasi informasi masyarakat sebagai bagian dari publik," papar Johnny.

Selain itu, pada 2021, sasaran pengembangan komunikasi publik mencakup pembentukan lembaga, atau kelompok relawan komunikasi publik dari kalangan generasi milenial.

Kemudian, peningkatan peran media tradisional, media konvensional, dan media baru dalam komunikasi publik, serta peningkatan produksi konten-konten komunikasi publik untuk mendukung keberhasilan empat pilar pembangunan Indonesia 2045.

Serap Aspirasi 

Mengutip hasil riset mengenai jumlah pengguna internet di Indonesia yang selalu meningkat setiap tahun, Menkominfo mengidentifikasi peningkatan itu  berbanding lurus dengan keberhasilan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

"Seperti Palapa Ring, dan upaya peningkatan literasi digital masyarakat yang sekarang ini sedang kita galakkan," ungkapnya.

Johnny menilai, penambahan jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia merupakan peluang pengembangan komunikasi publik yang berbasis internet.

"(Termasuk), pemanfaatan berbagai platform media sosial dalam penyelenggaraan komunikasi publik nasional. Di mana publik ada, di situ kita hadir membangun interaksi untuk menyampaikan informasi sekaligus menyerap aspirasi," ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan komunikasi publik tidak bisa hanya mengandalkan satu metode untuk menjangkau publik yang beragam. Selain publik di dunia maya, komunikasi perlu merangkul berbagai lembaga dan sistem informasi, serta komunikasi yang berada di dunia nyata.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN