Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi digital. (Pixabay)

Ilustrasi digital. (Pixabay)

Ekonomi Digital Dorong Indonesia Menuju SDGs

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:51 WIB
Parina Theodora

Jakarta- Pandemi yang masih berlangsung menjadi momentum yang tepat untuk percepatan digitalisasi secara global termasuk Indonesia. Saat ini menjadi periode yang tepat bagi pemerintah mengambil langkah untuk memaksimalkan potensi Indonesia melalui inisiatif transformasi digital. Hal ini untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) pada 2030.

Dalam perjalanan menuju SDGs, pada Oktober, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) bersama dengan Cisco, menghadirkan sesi diskusi untuk membahas peran swasta dalam memperbarui model bisnis guna mendukung dan mencapai target SDGs. Cisco sendiri adalah perusahaan di bidang teknologi yang menggerakkan internet dan berpartisipasi aktif dalam menyediakan solusi teknologi berkelanjutan.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, dan Kepala Sekretariat Nasional SDG, Vivi Yulaswati menyatakan, SDGs akan memberikan landasan kokoh menuju Indonesia maju, dengan mimpi bahwa pada tahun 2045 negara dapat keluar dari middle income trap. “Paska pandemi, dibutuhkan pertumbuhan PDB tahunan 6% untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan terlepas dari middle income trap. Tanpa transformasi ekonomi, pendapatan per kapita Indonesia akan ‘disalip’ oleh Filipina pada tahun 2037 dan oleh Vietnam pada tahun 2043,” tuturnya.

Dengan implementasi ekonomi sirkular pada lima sektor prioritas seperti makanan dan minuman, perdagangan grosir dan eceran, tekstil, peralatan elektronik, dan konstruksi, estimasi dampak yang dihasilkan pada tahun 2030 adalah sebagai berikut: meningkatnya PDB sebesar Rp 593 triliun Rp 638 triliun, terciptanya 4,4 juta lapangan kerja, meningkatnya tabungan rumah tangga, mengurangi timbulan limbah sektoral, berkurangnya emisi CO2, berkurangnya penggunaan air.

Ditambahkan VP Internet of Things Telkomsel, Alfian Manullang, pemerintah dan perusahaan telah melakukan berbagai inisiasi terkait infrastruktur. Seperti; memberikan akses jaringan di seluruh wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan program Universal Service Obligation (USO) dengan target menjangkau lebih dari 11.000 desa tanpa akses internet.

Dalam membangun infrastruktur di wilayah tersebut, perusahaan menggunakan teknologi berkelanjutan, seperti solar cell (bertenaga matahari), energi hydropower (tenaga air), dan fuel cell (alat konversi elektrokimia yang menghasilkan listrik dengan gas buang berupa uap air/zero emission).

Country Managing Director Cisco Systems Indonesia, Marina Kacaribu menjelaskan hal utama yang dilakukan Cisco dalam menerapkan keberlanjutan dari sisi produk, operasi, dan supply chain sejak 2008 dalam rangka mencapai net zero dari sisi emisi gas rumah kaca (GRK). Dari sisi produk, Cisco terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi energi produknya melalui desain produk yang inovatif.

Dari sisi operasi, Cisco terus melakukan percepatan penggunaan energi-energi terbarukan. Saat ini sebesar 83% pemakaian listrik untuk operasional Cisco di seluruh dunia dihasilkan dari energi baru dan terbarukan.

 

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN