Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Ajak Masyarakat Setop Produksi Hoaks Covid-19

Selasa, 30 November 2021 | 19:36 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengajak masyarakat untuk menghentikan produksi hingga penyebaran informasi hoaks mengenai Covid-19. Tujuanya agar penanganan pandemi tersebut di Indonesia bisa berjalan optimal sejalan dengan program- program pemerintah.

“Usaha untuk membersihkan hoaks tentang Covid-19 ini harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat yang lebih baik. Ini dibutuhkan usaha pencegahan, preventif dari masyarakat dengan tidak lagi memproduksi dan tidak menyebarkan hoaks,” tegas Johnny di Jakarta, Selasa (30/11).

Menurut Menkominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebenarnya telah dengan rutin melakukan patroli siber di ruang digital Indonesia untuk memburu dan menghentikan penyebaran informasi hoaks yang bertebaran di tengah masyarakat, termasuk hoaks mengenai Covid-19.

Selain itu, secara khusus Kemenkominfo telah menyediakan kanal khusus bagi  masyarakat untuk memeriksa informasi simpang siur, atau hoaks di website kominfo.go.id, hingga membuat konferensi pers mingguan mengungkap hoaks terkait Covid-19 di kanal YouTube Kemkominfo TV.

Namun, jika konten hoaks terus-terusan diproduksi, lanjut dia, patroli siber untuk menghentikan distribusi hoaks tentu tidak akan efektif menangkal dampaknya pada masyarakat dalam jangka panjang.

“Kalau kita diminta untuk terus membersihkan hoaks, tapi masyarakat terus menyebarkan hoaks, tentu gak akan habis- habis ya (penyebarannya). Maka dari itu, terkait Covid-19, soal penanganan, vaksinasi, hingga PPKM, kita minta setop hoaks supaya lebih kuat untuk menangani pandemi ini,” ujar Johnny.

Hingga saat ini, media sosial Facebook masih menjadi sarana penyebaran informasi hoaks yang paling mendominasi disusul dengan media sosial lainnya, yakni Instagram, Twitter, hingga TikTok.

Untuk dapat terhindar dari hoaks, Menkominfo pun meminta masyarakat untuk mengecek dulu informasi serupa di mesin penelusuran yang tersedia di gawai masing- masing. Jika ternyata tidak ditemukan informasi sejenis, masyarakat sebaiknya tidak menyebarkan informasi tersebut karena terindikasi hoaks.

Dengan demikian, masyarakat pun telah berkontribusi mengurangi persebaran hoaks di ruang digital dan membantu percepatan pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19.

Sebaran Hoaks

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi menyampaikan, sejak Januari 2020 hingga 25 November 2021, Kemenkominfo telah mengindentifikasi beragam hoaks dan disinformasi.

Pertama, Kemenkominfo telah menemukan sebanyak 1.999 isu hoaks tentang Covid-19 pada 5.162 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook berjumlah 4.463 unggahan.

“Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5.031 unggahan hoaks Covid-19 dan 131 unggahan lainnya sedang dalam proses tindak lanjut,” ujar Dedy, Jumat (26/11) pekan lalu.

Kedua, hoaks tentang vaksinasi Covid-19 ditemukan sebanyak 395 isu pada 2.449 unggahan media sosial. Persebaran terbanyak kembali ditemukan pada platform Facebook sejumlah 2.257 unggahan. Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 2.449 unggahan hoaks vaksinasi Covid-19.

Ketiga, hoaks tentang PPKM telah ditemukan sebanyak 48 isu pada 1.194 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 1.176 unggahan. Pemutusan akses dilakukan terhadap 1.038 unggahan dan 156 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN