Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Data Opensignal (Foto: Opensignal)

Data Opensignal (Foto: Opensignal)

OpenSignal : Pengguna Data Seluler Indonesia Konsumsi 14,6-17,7 GB per Bulan

Rabu, 22 Desember 2021 | 20:18 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Lembaga riset OpenSignal merilis survei terkait penggunaan data seluler di Indonesia. Survei ini dilakukan terhadap pengguna yang menggunakan lima operator seluler di Indonesia, yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Tri Indonesia dan Smartfren. Hasil survei menyebutkan, rata-rata pengguna data seluler di Tanah Air menggunakan 14,6-17,7 GB per bulan.

“Indosat Ooredoo menjadi yang tertinggi dalam hal penggunaan data seluler oleh pengguna. Disusul, Tri Indonesia, Telkomsel, XL Axiata dan Smartfren,” tulis Francesco Rizzato, analis OpenSignal melalui siaran pers, Rabu (22/12).

Menurut Rizzato, pengguna data seluler di Indonesia didominasi oleh pengguna pra bayar. Karena, didominasi oleh pengguna jenis tersebut, maka sangat rentan terjadi gonta-ganti operator atau beralih dari satu operator ke operator lain (churn).

Ketika mereka tidak puas terhadap layanan satu operator, maka mereka berpindah. Hal itu terjadi karena mereka tidak terikat kontrak. Bahkan, pengguna yang melakukan churn, rata-rata pengguna yang memiliki kemampuan untuk menkonsumsi data dalam jumlah besar.

“Dalam analisis baru ini, kami menemukan bahwa sekitar sepertiga pengguna seluler yang beralih operator adalah pengguna bernilai lebih tinggi, yang sebenarnya harus dipertahankan oleh operator,” ujar Rizzato.

Oleh karena itu, Rizzato menyarankan kepada operator untuk menjaga kualitas layanan. Sehingga, operator bisa mempertahankan kesetiaan pelanggan yang berkualitas. Terutama, pelanggan loyal yang mengkonsumsi data dalam jumlah besar.

“Ini menunjukkan bahwa semua operator seluler perlu memahami di mana mereka harus terlebih dahulu meningkatkan pengalaman jaringan seluler, untuk mempertahankan pelanggan bernilai tinggi, dan menarik pelanggan pesaing mereka,” ungkap Rizzato.

Data OpenSignal juga menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari pengguna yang berganti operator seluler (leavers) menggunakan data seluler dalam jumlah besar. Sementara itu, sebagian besar leavers lainnya rata-rata mengkonsumsi sangat sedikit data.

“Karena pengguna yang menggunakan data yang lebih tinggi akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan operator seluler, maka dengan itu kami menganalisa bahwa operator perlu meningkatkan pengalaman jaringan seluler agar dapat mempertahankan pelanggan bernilai tinggi," jelas Rizzato.

OpenSignal juga mengungkapkan, Indosat Ooredoo adalah operator yang memiliki pangsa pasar tertinggi dalam hal penggunan data oleh pengguna, yaitu sebesar 39%, diikuti oleh Smartfren 38,5%, Tri Indonesia 35,7%, XL Axiata 34,4% dan Telkomsel 34,3%. Meski demikian, Ketika dilihat dari distribusi leavers Indosat Ooredoo berada di nomor satu, yaitu 33,2%. Disusul Telkomsel dan XL Axiata 30,8%, Smartfren 29,4% dan Tri Indonesia (28%).

“Melihat perbedaan proporsi leavers pengguna heavy data mobile terhadap semua pengguna di masing-masing operator, kami melihat Telkomsel dan XL memiliki perbedaan terkecil, artinya kedua operator ini kehilangan pangsa pengguna heavy data yang relatif lebih tinggi dibandingkan Indosat, Tri Indonesia dan Smartfren,” tutur Rizzato.

Rizzato menjelaskan, analisis Opensignal tentang churn seluler di Indonesia menunjukkan bahwa pengalaman seluler penting bagi pelanggan, dan juga merupakan pendorong churn yang sangat penting di luar faktor lain seperti harga dan layanan pelanggan.

Meski demikian, Rizzato melihat beberapa operator sudah mulai bekerja lebih baik daripada yang lain dalam mempertahankan pengguna bernilai lebih tinggi di pasar yang semakin kompetitif.

“Namun, data kami juga menunjukkan bahwa proporsi pengguna bernilai tinggi adalah minoritas di semua jaringan. Ini menunjukkan bahwa semua operator seluler perlu memahami di mana mereka harus terlebih dahulu meningkatkan pengalaman jaringan seluler mereka untuk mempertahankan pelanggan bernilai tinggi mereka dan menarik pelanggan pesaing mereka,” tegas Rizzato.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN