Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Teguh Prasetya (tengah), bersama Rektor ARS University Purwadhi (kanan) dan Rektor ITENAS Bandung Meilinda Nurbanasari (kiri). (IST)

Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Teguh Prasetya (tengah), bersama Rektor ARS University Purwadhi (kanan) dan Rektor ITENAS Bandung Meilinda Nurbanasari (kiri). (IST)

Alita Berkolaborasi dengan Institusi Pendidikan

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:07 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Alita Praya Mitra bekerja sama dengan Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) dan ARS University untuk mengembangkan keahlian sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK).

Direktur Utama Alita Teguh Prasetya mengatakan, sebagai perusahaan penyedia jaringan dan solusi telematika yang telah berkiprah lebih dari 26 tahun, Alita sangat menyadari pentingnya pengembangan SDM yang berkualitas.

Advertisement

Perseroan punya tanggung jawab dalam membangun infrastruktur digital yang saat ini sudah menjangkau tujuh provinsi, 63 kota/kabupaten, 2.547 desa, dan sekitar 8.000 kilometer (km), dan tahun ini, akan dikembangkan hingga mendekati 20.000 km untuk jaringan fiber optic, serta beragam solusi berbasis internet of things (IoT).

“Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan penetrasi solusi IoT di seluruh wilayah Indonesia. Tujuanya agar terjadi percepatan penetrasi broadband internet yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan bantuan rektor, dekan, dosen, serta mahasiswa terbaik dari ITENAS dan ARS University,” ujar Teguh, Rabu (19/1).

Menurut dia, Alita bergerak dinamis mengikuti tren teknologi yang terus berkembang. Perseroan pun memerlukan SDM yang adaptif, responsif, dan memiliki passion agar dapat memberikan layanan terbaik bagi pengguna dan masyarakat.

Memasuki revolusi industri 4.0, lanjut Teguh, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tuntutan penyediaan sarana pendidikan berbasis kecanggihan teknologi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diskursus tentang integrasi teknologi ke dunia pendidikan telah digaungkan di awal tahun 2020 berupa kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Berdasarkan Peraturan Mendikbud No 3 Tahun 2020, Kampus Merdeka memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar selama tiga semester di luar program studinya, sehingga dapat memperkaya wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai passion-nya.

Desain perkuliahan dan kurikulum Kampus Merdeka juga diharapkan mulai memasukkan nilai keunggulan Industri 4.0 yang aplikatif dan sejalan dengan perkembangan industri.

Dia melanjutkan, saat ini, masih banyak terdengar keluhan sulitnya lulusan perguruan tinggi mencari pekerjaan. Sementara itu, di sisi lain, banyak perusahaan kesulitan mendapatkan pegawai dengan kualifikasi yang memenuhi kebutuhan industrinya.

“Bukan karena pekerjaan tersebut memerlukan pengalaman kerja bertahun-tahun, atau keahlian khusus yang sulit dipelajari, namun kebutuhan industri ternyata tidak dipelajari di kampus,” ujarnya.

Adanya kerja sama tersebut pun merupakan kolaborasi menguntungkan bagi institusi pendidikan dan industri. Hal ini juga penting untuk mempersiapkan mahasiswa guna mengukur sejauh mana implementasi ilmu yang diperoleh di kampus dengan ilmu di dunia kerja nyata.

Di sisi lain, kampus dan industri bersama-sama mengembangkan kurikulum, atau memetakan apa saja yang menjadi kebutuhan industri saat ini, atau bersama melihat tren kebutuhan industri di masa depan.

Kolaborasi Berkembang

Tegus pun berharap, kolaborasi Alita dengan ITENAS dan ARS University akan berjalan dengan lancar dan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi semua pihak.

Hal yang perlu digarisbawahi bahwa peran kampus sangat signifikan dalam menjembatani kebutuhan industri sekaligus membantu mahasiswa untuk memilih karier yang sesuai passion-nya.

Karena itu, ekstensifikasi Kampus Merdeka melalui learning hub sudah semestinya menjadi panggung bagi kampus untuk memimpin proses link and match dengan mencetak sarjana berkualitas yang siap bersaing di era Industri 4.0.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN