Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director Indonesia Trend Micro, Laksana Budiwiyono.

Managing Director Indonesia Trend Micro, Laksana Budiwiyono.

Trend Micro: Akselerasi Transformasi Digital Hadirkan Tantangan Keamanan Siber Baru

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:32 WIB
Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id   Trend Micro Incorporated, penyedia layanan dan solusi keamanan siber global memprediksi perusahaan di dunia akan bersikap lebih waspada dan mengaplikasikan layanan cloud komperehensif demi mengurangi risiko serangan siber di 2022.

Disampaikan Laksana Budiwiyono, Country Manager Indonesia, Trend Micro, penelitian, prediksi, dan otomatisasi sangat penting bagi organisasi untuk mengelola risiko dan mengamankan tenaga kerja mereka di tahun ini. Trend Micro sendiri telah memblokir 40,9 miliar ancaman email, malicious files, dan URL berbahaya terhadap pelanggannya di semester I/2021. Angka tersebut mencerminkan kenaikan kasus sebesar 47% dari tahun ke tahun yang ditangani Trend Micro.

“Kami memiliki lebih banyak peneliti keamanan siber yang tersebar di seluruh dunia dibandingkan vendor cybersecurity lain, dan wawasan serta penemuan tersebut digunakan secara luas dalam industri dan memperkuat penawaran produk kami. Para tim peneliti melakukan banyak riset threat intelligence yang merupakan kekuatan kami,” kata Laksana Budiwiyono, Country Manager Indonesia, Trend Micro dalam paparannya secara webinar, Rabu (26/1/2022).

“Perusahaan di berbagai negara termasuk Asia menghadapi sejumlah tantangan keamanan dalam dua tahun terakhir. Laporan Trend Micro Security Prediction for 2022: Toward A New Momentum memaparkan pandangan dan prediksi keamanan akan membantu perusahaan mengambil keputusan tepat untuk melindungi dan memperkuat ekosistem keamanan mereka serta mengantisipasi ancaman siber yang terus berkembang di masa mendatang,” imbuh Laksana.

Masih menurut Laksana, peneliti Trend Micro memprediksi pelaku ancaman siber pada tahun 2022 akan berfokus pada serangan ransomware di jaringan server dan layanan terbuka dengan banyaknya karyawan yang masih terus bekerja dari rumah. Menurut laporan prediksi tersebut, kerentanan akan diperkuat dalam waktu singkat dan dipadukan dengan privilege escalation bugs untuk menghasilkan kampanye yang sukses.

“Beberapa tahun terakhir ini merupakan masa yang sulit bagi tim keamanan siber dengan sistem bekerja dari rumah yang menimbukan disrupsi dan tantangan meningkatnya serangan terhadap perusahaan,” ujar Laksana. “Namun, dengan mulai diterapkannya sistem bekerja secara hibrid dan situasi yang semakin membaik dari hari ke hari, para pemimpin keamanan akan dapat merencanakan strategi yang kuat untuk menutup celah keamanaan sehingga penjahat siber harus bekerja lebih keras,” ujarnya.

Sistem IoT, rantai pasokan global, lingkungan cloud, dan fungsi DevOps akan menjadi target sasaran. Komoditas malware strains yang lebih canggih akan menargetkan UKM. Namun, Trend Micro memperkirakan bahwa banyak perusahaan akan siap menghadapi tantangan dengan membangun dan menerapkan strategi untuk secara proaktif mengurangi risiko yang muncul melalui sejumlah langkah.

Langkah-langkah yang didukung oleh Trend Micro tersebut antara lain penguatan server dan menerapkan kebijakan pengendalian aplikasi untuk mengatasi ransomware, langkah patching berbasis risiko dan kewaspadaan tinggi yang berfokus untuk menemukan celah keamanan, peningkatan proteksi dasar diantara UKM berbasis cloud, memonitor jaringan untuk mendapat visibilitas yang lebih luas ke lingkungan IoT, prinsip Zero Trust untuk mengamankan supply chain internasional, dan keamanan cloud yang berfokus pada risiko DevOps dan best practice di industri, serta Extended Detection and Response (XDR) untuk mengidentifikasi serangan di seluruh jaringan.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN