Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Sebut Metaverse Terus Dikembangkan di Indonesia

Kamis, 19 Mei 2022 | 20:40 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menilai, kehadiran teknologi baru seperti metaverse saat ini semakin signifikan di dunia. Bahkan, Indonesia juga tidak tertinggal karena sudah ada perusahaan yang mengembangkan teknologi metaverse.

Saat ini, pengembangan kesiapan ekosistem metaverse di Tanah Air terus didorong oleh berbagai pihak, termasuk oleh sektor swasta. “Sebagai contoh, PT WIR Group yang bekerja sama dengan Meta (dulu Facebook),” jelas Johnny, di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dikutip Kamis (19/05/2022).

Baca juga: WIR Asia (WIRG) Gas Terus Metaverse, Kini Giliran Sektor Transportasi

Pada 2026, lanjut dia, diprediksi seperempat penduduk dunia akan menghabiskan paling tidak satu jam per hari di metaverse. Hal tersebut didorong oleh pesatnya pengadopsian teknologi metaverse, baik di tingkat global, regional, dan juga nasional.

Menurut Menkominfo, negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Barbados, juga telah mulai mengeksplorasi kebijakan pengembangan metaverse sebagai bagian integral dari negaranya. 

“Negara Tiongkok menjajaki kebijakan metaverse dalam rencana pengembangan Kota Shanghai, negara Barbados telah mengumumkan inisiatif pembangunan kedutaan virtual di metaverse,” jelasnya.

Berdasarkan hasil studi Gartner tahun 2022, dia menjelaskan bahwa Korea Selatan telah membentuk Metaverse Alliance yang terdiri atas sektor industri dan akan membentuk Metaverse Academy akhir 2022. “Akademi itu untuk akan mencetak 40.000 ahli industri metaverse pada 2026,” tutur Johnny.

Berbagai perusahaan teknologi global, seperti Meta, Microsoft, Epic Games, dan Tencent, juga telah mengembangkan research and development, produk, dan lini bisnis yang berkaitan dengan metaverse. 

“Beberapa negara di Asean, seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand, sudah mulai menggarap proyek metaverse di negaranya. Di Vietnam, sebuah perusahaan gim NFT meraih kapitalisasi pasar sebesar US$ 8 miliar pada proyek uang kripto terkait metaverse,” jelas Menkominfo. 

Menurut Menkominfo, perusahaan BuzzAR, asal Singapura, pun telah mengakuisisi permainan simulasi virtual reality (VR) dari Facebook dan menciptakan pengalaman bermain di dunia metaverse. 

“Perusahaan SHR Ring dari Thailand juga mulai mengkaji penelitian terkait identitas digital di metaverse,” ujarnya. 

Tantangan Global

Menurut Menkominfo, perkembangan metaverse saat ini terjadi di tengah berbagai tantangan kondisi perekonomian global.

“Itu baik yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tekanan akibat military action di Eropa Timur, dan kebijakan moneter US Federal Reserve yang baru saja menaikkan suku bunga yang berdampak ke perlambatan ekonomi atau stagflasi Amerika Serikat dan negara G7 lainnya,” jelas Johnny. 

Baca juga: Metaverse, Dunia Virtual yang Digemari Gen Z

Menkominfo menilai, di tengah tantangan yang ada, banyak negara yang masih berjuang untuk melakukan pemulihan ekonomi. “Akibat dari volatilitas ekonomi yang meningkat, gangguan supply chain ekonomi dan inflasi barang impor,” tuturnya.  

Menurut dia, dampak tersebut sangat terasa di banyak negara, baik negara industri, berkembang (emerging market), maupun negara terbelakang (least developed countries/LDC). 

Namun demikian, Menkominfo optimistis perekonomian Indonesia akan bisa tumbuh dengan paket kebijakan ekonomi yang tepat.  “Kita perlu bersyukur bahwa Indonesia masih bisa bertumbuh 5,01% pada kuartal I-2022 yang harus dipertahankan melalui paket kebijakan ekonomi yang tepat,” tandasnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN