Menu
Sign in
@ Contact
Search

SAFEnet: Kebocoran Data di Indonesia Terburuk di Asia dan Dunia

Minggu, 11 September 2022 | 17:12 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) menilai, kasus dugaan kebocoran data yang marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini merupakan salah satu yang terburuk di kawasan Asia, bahkan di dunia.

Salah satunya, dugaan kasus kebocoran 1,3 miliar data registrasi SIM card masyarakat Indonesia yang diunggah pada 31 Agustus 2022 oleh anggota forum situs breached.to dengan nama identitas Bjorka.

Selain itu, dalam sebulan terakhir, terdapat dugaan kebocoran data 26 juta data pelanggan IndiHome, 17 juta pelanggan PLN, 105 juta data pemilih milik KPU, serta surat BIN ke Presiden Joko Widodo.

“Ini bukan hanya darurat, tetapi menurut saya yang terburuk di Asia, bahkan bisa jadi di dunia,” kata Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto dalam acara “Polemik Trijaya bertajuk Darurat Perlindungan Data Pribadi”, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: ATSI Beberkan Hasil Investigasi Dugaan Kebocoran Data SIM Card

Damar menyampaikan, kasus serupa juga pernah terjadi di Malaysia pada 2017. Ketika itu, terjadi dugaan 46 juta data dari 12 operator seluler negeri jiran tersebut dijual ke pasar gelap. Kasus ini pernah disebut-sebut sebagai kebocoran data terbesar di Asia.

“Data SIM card yang dijual di Malaysia 46 juta, itu saja sudah dikatakan sebagai yang terbesar di Asia, apalagi kita yang sampai 1,3 miliar jumlahnya,” imbuhnya.

Posko Aduan

SAFEnet bersama lima lembaga lainnya yang tergabung dalam Koalisi Peduli Data Pribadi pun baru saja membuka Posko Aduan Kebocoran Data Pribadi. Posko dibuat karena ada kemarahan publik yang besar akibat kasus kebocoran data yang semakin marak.

Masyarakat bisa menyampaikan aduannya melalui http://s.id/kebocorandata. Nantinya, Koalisi Peduli Data Pribadi akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.

 “Kita melihat ada kemarahan publik yang sangat besar, ini karena ada lempar tanggung jawab antara kementerian dan lembaga serta swasta dalam hal registrasi SIM card,” tutur Damar.

Menurut dia, semua pihak seharusnya bertanggung jawab, mulai dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), operator telekomunikasi, dan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, sebagai pemegang data pelanggan telekomunikasi dan pengelola data pribadi warga negara Indonesia.

“Tetapi, saya melihat ada lempar tanggung jawab dari mereka. Jadi, saya kira kemarahan publik ini wajar karena memang tidak ada yang betul-betul serius menanganinya,” pungkas Damar.

Prioritas Keamanan

Sementara itu, ahli digital forensik Ruby Alamsyah menilai, maraknya kasus kebocoran data pribadi, baik itu di instansi pemerintahan maupun swasta, akhir-akhir ini, lantaran isu keamanan siber tidak menjadi perhatian utama di Tanah Air.

Instansi pemerintah dan swasta hanya fokus pada produk, atau layanan jasa yang diberikan tanpa mempertimbangkan adanya potensi serangan siber dari penggunaan infrastruktur teknologi informasinya (TI).

“Bagi mereka yang penting deliver produk saja, soal keamanan TI belakangan. Kalau sudah ada kasus, baru melek. Tetapi kalau tidak ada, keamanan TI ini tidak diurusin,” tutur Ruby, dalam acara yang sama.

Baca juga: RUU PDP Segera Disahkan, DPR Harap Tidak Ada Lagi Kebocoran Data Pribadi

Dia melanjutkan, kasus kebocoran data tidak berhubungan langsung dengan anggaran dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki sebuah perusahaan atau lembaga pemerintah.

Karena itu, ke depan, isu keamanan TI juga harus menjadi fokus utama. Soal ketersediaan anggaran sangatlah relatif. Hal terpenting, para pengelola data memiliki kesadaran yang tinggi untuk melindungi data pribadi masyarakat yang dikelolanya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com