Menu
Sign in
@ Contact
Search
CBO Sibernetik Integra Data Beny Prabowo

CBO Sibernetik Integra Data Beny Prabowo

Active Intelligence Dinilai Mampu Tingkatkan Daya Saing Perusahaan

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:43 WIB

JAKARTA, investor.id - Perkembangan dunia bisnis di era digital yang serba cepat membutuhkan active intelligence, terutama dalam rantai pasokan (supply chain). Dengan active intelligence, informasi data mengenai rantai pasokan akan lebih akurat.

CBO Sibernetik Integra Data, Beny Prabowo mengatakan, Sibernetik untuk lima tahun ke depan akan fokus pada bisnis use case.

Baca juga: Kerja sama LandX dan Moka Akselerasi Pertumbuhan Bisnis UMKM dengan Modal Usaha

"Sekarang kami naik kelas soal bisnis use case. Bagaimana mendorong pendapatan (drive revenue), mengurangi biaya operasional (reduce opertional cost), dan mitigate place yang membantu enterprise untuk semakin terdepan," kata Beny dalam keterangannya dikutip Sabtu (1/10/2022).

Menurut Beny, dalam satu dekade, perubahan didorong oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan pelaku konsumen yang menjadi tantangan besar perusahaan untuk mencerna data yang didorong dari digital, dan bagaimana membuat keputusan untuk perubahan tindakan yang perlu dilakukan dengan cepat.  

Baca juga: Arbitrase Jadi Alternatif Penyelesaian Sengketa Bisnis di Luar Persidangan

"Karena kecepatan merupakan kunci agar perusahaan terus berada di depan. Tantangan ini tidak bisa dijawab dengan traditional inteligence bisnis. Jadi harus lebih ke action," ujarnya.

Ia menambahkan, hal tersebut menjadi pendorong utama pentingnya pemanfaatan aliran data yang secara volume lebih besar dan real time, yaitu dengan active intelligence. Dengan demikian, bisnis lebih unggul di masa sekarang dan masa ke depan.

Baca juga: Ikutan YEZ 2.0 Dapat Modal Usaha untuk Tingkatkan Bisnis

"Active intelligence dibangun dari data service dan analitic service secara real time agar pelaku bisnis berkontribusi dalam perkembangan bisnis. Misalnya customer experience dengan loyalti program dan operasional efisensi," ungkapnya.

Terkait active intelligence pada supply chain, kata Beny, merupakan strategi yang kerap digunakan perusahaan. Terutama untuk menaikkan daya saing. Dengan supply chain, sisi hulu ke hilir dapat terpantau.

"Ada lima hal kita higlight, yaitu pelanggan, perencanaan, pembelian, produksi distribusi, dan penyimpanan," kata dia.

Baca juga: RDS Group Bersiap Masuki Era Kesiapan Bisnis New Normal

GM of Supply Chain Development & Performance PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG Yoseph Budi Wicaksono mengatakan, dua poin yang menjadi tantangan pada supply chain di Semen Indonesia adalah skala dan standarisasi. Skala terkait dengan pasokan semen di Semen Indonesia yang dalam setahun memasok kurang lebih 40 juta ton produk. Sedangkan standarisasi  karena Semen Indonesia merupakan gabungan dari perusahaan semen di Indonesia.

"Bicara mengelola supply chain, kita ada satu keyword, yaitu biaya untuk melayani (cost to serce) yang paling optimal," ujarnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com