Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi anak akses internet. (Sumber: newsbytes.ph)

Ilustrasi anak akses internet. (Sumber: newsbytes.ph)

60% Anak Indonesia Suka Nonton Video Streaming

Senin, 30 September 2019 | 11:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Anak-anak di kawasan Asia Tenggara semakin sering menggunakan internet untuk memperoleh hiburan berupa musik dan video, serta mengunduh perangkat lunak (aplikasi). Bahkan, sekitar 60% anak-anak di Indonesia paling suka menonton video melalui internet (video streaming) daripada konten lainnya.

Menurut laporan Kaspersky Safe Kids 2019, lebih banyak jumlah anak-anak di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang sekarang menggunakan ruang informasi di internet (world wide web) untuk menonton serial televisi favorit, antara lain seriel Game of Thrones dan film kepahlawanan fiksi-futuristik, seperti Avengers.

“Berdasarkan hasil laporan tahun 2018 dan 2019, terjadi pertumbuhan dua digit pada penggunaan internet oleh anak-anak di Asia Tenggara yang mengakses situs web untuk mencari perangkat lunak, audio, dan video, termasuk video streaming,” ungkap General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara Yeo Siang Tiong, dalam keterangannya, pekan lalu.

Penggunaan internet oleh anak-anak di Indonesia untuk mencari hiburan telah naik dari 38,72% tahun 2018 menjadi 60,33% pada 2019, Filipina dari 25,41% menjadi 49,12%, Singapura dari 25,03% menjadi 42,32%, Thailand dari 11,28% menjadi 37,23%, dan Vietnam juga naik dari 27,11% pada 2018 menjadi 50,14% tahun 2019.

Hanya Malaysia yang dilaporkan mencatat sedikit penurunan konsumsi anak-anak terhadap internet dari 60,08% tahun 2018 menjadi 51,15% pada 2019. Namun, kategori mencari hiburan di internet tetap masih menjadi minat online teratas di antara anak-anak Malaysia saat ini.

Kategori perangkat lunak, audio, dan video yang diakses anak-anak mencakup situs web untuk mengunduh file audio dan video yang terdiri atas film, rekaman konser dan acara olahraga, musik, video musik, klip video, materi pembelajaran audio dan video, dan lainnya. Pelacak torrent dan layanan berbagi file, terlepas dari lokasi fisik file yang diakses, juga berada di dalam kategori ini.

Menurut Yeo Siang Tiong, menjadi sebuah fakta yang harus diterima bahwa anak-anak adalah para navigator internet yang lebih baik daripada orang dewasa. Dengan rasa ingin tahu dan kecepatan dalam memahami, atau bahkan membuat tren online mereka sendiri, tidak diragukan lagi penting bagi orang tua untuk mengetahui minat dan kebiasaan mereka.

Laporan Kaspersky menunjukkan bahwa video, musik, dan perangkat lunak semakin menjadi aktivitas favorit untuk anak-anak. Kaspersky pun sepenuhnya menyadari bahwa situs-situs tersebut bisa saja dihinggapi aplikasi jahat (malware), virus, dan konten berbahaya lainnya.

“Kami berharap, temuan ini dapat membantu orang tua dalam memahami anak-anak mereka dengan lebih baik dan memberikan perlindungan terbaik bagi mereka dari potensi bahaya dalam dunia digital,” tambahnya.

Meningkatnya anak-anak untuk mengakses internet juga diamati secara global oleh Kaspersky. Jumlah keseluruhannya menunjukkan situs audio, video, dan perangkat lunak paling populer dan dicari di Afrika, Asia, dan di negara-negara kawasan Arab.

Hal tersebut diikuti oleh fakta berikutnya, penurunan penggunaan PC untuk pengiriman pesan online. Kondisi ini mencerminkan perubahan dalam preferensi anak-anak dalam melakukan pengiriman pesan dari menggunakan komputer menjadi perangkat seluler.

“Dengan pergeseran minat online mereka, tiga aktivitas internet teratas untuk anak-anak di kawasan Asia Tenggara tahun 2019 adalah situs web perangkat lunak, audio, dan video, kemudian, pesan online, serta perdagangan secara elektronik (e-commerce).

Tips Bagi Orang Tua

Kaspersky menyadari bahwa anak-anak sangat cerdas, tetapi tidak sepenuhnya menyadari ancaman mengakses konten online. Karena itu, Kaspersky memberikan lima tips bagi orang tua untuk melindungi anak-anak dari bahaya yang bersembunyi di internet.

Pertama, komunikasi. Orang tua disarankan berdiskusi dan memposisikan dirinya sebagai mentor yang baik. Orang tua dapat mengajarkan kepada anak-anak tentang apa yang dapat diterima secara sosial untuk dilakukan dan apa yang tidak.

Kedua, bicara sebagai rutinitas. Orang tua perlu membicarakan dengan anak-anak secara teratur tentang teknologi. Dengan menunjukkan kepada anak-anak bahwa orang tua mempercayainya, semakin rasa saling percaya tumbuh. Orang tua juga dapat mengedukasikasi tentang ancaman siber, atau pelanggaran keamanan.

Ketiga, tetapkan batasan. Orang tua perlu memastikan bahwa anak-anak tahu apa yang dapat diterima dan apa yang tidak. Anak-anak juga perlu menyadari  konsekuensi menggunakan teknologi yang seharusnya tidak layak untuknya.

Keempat, mengedukasi diri sendiri. Orang tua perlu mewaspadai preferensi online anak-anak saat ini dan ancaman online terbaru. Ingatlah bahwa orang tua tidak dapat mengajari sesuatu yang tidak diketahui.

Kelima, gunakan sumber daya yang tersedia. Orang tua perlu menggunakan sumber daya yang disediakan oleh beberapa perusahaan, atau organisasi yang dapat membantu untuk membesarkan anak. Kaspersky pun menyediakan solusi Kaspersky Safe Kids untuk memberikan perlindungan anak-anak dari bahaya konten vulgar, atau bahkan menemukan ponsel yang hilang.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN