Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi anak akses internet. (Sumber: newsbytes.ph)

Ilustrasi anak akses internet. (Sumber: newsbytes.ph)

67% Orang Tua Kontrol Aktivitas Online Anak

Selasa, 15 Oktober 2019 | 10:00 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kaspersky, perusahaan penyedia solusi kemanan siber global, melakukan survei terkait keamanan dalam jaringan, atau daring (online), terutama bagi pengguna anak-anak. Hasil survei pun disimpulkan, sebanyak 67% orang tua setuju bahwa aktivitas online anak-anak harus dikontrol.

Hal itu perlu dilakukan orang tua demi memastikan keamanan anak-anak ketika sedang berselancar di internet. Peran orang tua juga diperlukan untuk menghindari aksi yang disebut perundungan di dunia maya (cyberbullying).

“Terdapat temuan menarik bahwa beberapa orang tua modern beranggapan bahwa menjaga keamanan anak-anak saat berselancar di internet adalah tindakan yang efektif,” kata Marina Titova, head of consumer product marketing di Kaspersky, dalam keterangannya,  Senin (14/10).

Namun, para orang tua juga didorong untuk lebih proaktif dalam mengetahui apa yang telah dilakukan anak-anaknya secara online. Hasil survei juga mengungkapkan, setengahnya (50%) orang tua suka memeriksa secara manual perangkat anak-anak, seperti meninjau riwayat pencarian browser setelah digunakan.

Tak hanya itu, beberapa orang tua menggunakan teknik digital grounding dengan melarang anak-anaknya menggunakan perangkat jika mereka melakukan kesalahan. Setengah (52%) dari orang tua pun menetapkan batas waktu untuk anak-anaknya menggunakan perangkat yang terhubung ke internet.

Selanjutnya, lebih dari sepertiga (35%) telah menginstal aplikasi pemantauan orang tua (parental control) pada perangkat anak-anaknya. Tujuannya untuk membatasi dan memperketat penggunaan internet, atau detail penelusuran lainnya.

Bahkan, hampir sepertiga (30%) orang tua mengaku telah menggunakan fasilitas pemantauan orang tua bawaan, seperti yang ditemukan di konsol video game untuk menjaga anak-anak lebih aman ketika aktif menggunakan internet.

Demikian pula, 30% orang tua juga menggunakan pengaturan dalam router intenet tak berkabel (Wi-Fi keluarga) untuk mematikan akses internet setelah periode waktu yang ditentukan.

Marina pun mendorong orang tua untuk menempatkan asumsi apa pun yang dimiliki tentang kebiasaan online anak-anaknya pada sudut pandang tepat. Kemudian, orang tua perlu berdialog terbuka dengan anak-anak mereka tentang perlunya mengontrol kegiatan digital dan keamanan internet.

“Karena, konten berbahaya adalah salah satu hal yang sangat mungkin mereka temukan saat menjelajah dunia daring,” tutup Marina.

Rekomendasi

Sementara itu, Kaspersky merekomendasikan beberapa hal untuk membantu orang tua melindungi anak-anak dan anggota keluarga lainnya dari ancaman online.

Pertama, adopsi pemblokiran perangkat otomatis untuk membantu mengontrol waktu yang dihabiskan anak di komputer, ponsel cerdas, atau tablet mereka. Dengan ini, orang tua dapat menghentikan anak-anak dari menghabiskan seluruh waktu luang di depan layar dan dapat mengatur jumlah waktu yang sesuai.

Kedua, orang tua juga disarankan cukup meminta keterlibatan anak demi mendapatkan pemahaman yang baik terhadap minat mereka dan sekaligus membangun hubungan lebih dekat agar aktif lebih baik di media sosial (medsos).

Orang tua tak bisa masuk ke medsos karena merupakan bagian dari ruang pribadi anak, sehingga pemantauan perilaku online dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi. Hal ini terutama terjadi di kalangan anak-anak yang berusia lebih tua.

Ketiga, anak-anak tidak begitu sering untuk membicarakan konten media sosialnya  dengan orang tua. Hal terbaik yang harus dilakukan orang tua dengan mendiskusikan, bagaimana mereka menggunakannya, tanpa mengkritik, atau menekan, dan memberikan saran mengenai cara menjaga ketika menjalin pertemanan, atau koneksi baru.

Keempat, tersedia Kaspersky Security Cloud edisi keluarga bagi orang tua yang mau memanfaatkan berbagai fitur untuk menjaga seluruh anggota keluarga tetap aman saat online. Layanan ini juga mencakup Kaspersky Safe Kids yang dirancang khusus untuk melindungi penggunaan internet anak-anak dan perlindungan data pribadi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN