Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini dalam diskusi akhir tahun Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi yang digelar Indo Telko, Kamis (2/12/2021).

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini dalam diskusi akhir tahun Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi yang digelar Indo Telko, Kamis (2/12/2021).

Bisnis Telekomunikasi Diproyeksikan Lebih Cerah di 2022

Kamis, 2 Desember 2021 | 11:41 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  - Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini memproyeksikan kondisi industri telekomunikasi di 2022 akan lebih baik dibanding 2021. Berbagai data yang dikeluarkan sejumlah lembaga juga semakin memperkuat keyakinannya tersebut, salah satunya proyeksi dari Bank DBS.

Di 2021 sendiri, karena pandemi Covid-19 berlangsung lebih lama dari perkiraan, Bank DBS menurunkan proyeksi pertumbuhan industri telekomunikasi dari sebelumnya 6% menjadi 4%. Namun di 2022, estimasi pertumbuhannya meningkat jadi 7%.

“Kontributor peningkatan pertumbuhan industri telekomunikasi tersebut antara lain terjadinya penurunan kasus Covid-19, serta terjadinya konsolidasi antara Indosat Ooredoo dan Tri yang membuat jumlah pemain di pasar telekomunikasi menurun, yang diharapkan dapat meningkatkan atau meng-adjust tarif yang diberlakukan oleh para operator. Ini akan menstabilkan kompetisi dan meningkatkan tingkat kesehatan industri telekomunikasi di Indonesia,” kata Dian Siswarini dalam diskusi akhir tahun “Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi” yang digelar Indo Telko, Kamis (2/12/2021).

Faktor lainnya yakni peningkatan traffic data yang didorong oleh berkurangnya mobilitas masyarakat karena pemberlakuan work from home (WFM) dan study from home masih akan banyak diadopsi oleh perusahaan maupun sekolah. “Ini diperkirakan masih akan tetap terjadi, walaupun kasus Covid-19 sudah jauh membaik,” kata Dian.

Agar bisa terus bertumbuh, lanjut Dian, pelaku industri telekomunikasi dituntut untuk mengadopsi teknologi digital, serta meningkatkan inovasi.

“Kita melihat banyak perusahaan melakukan transformasi digital yang memang diakselerasi oleh situasi pandemi. Data menunjukkan, transformasi digital meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan lebih dari 50%. Jadi kalau perusahaan terlambat melakukan transformasi digital, nanti akan jauh tertinggal dibandingkan yang lain. Selain itu, inovasi juga menjadi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan setelah krisis ini terjadi,” kata Dian.

Yang juga tidak kalah pentingnya adalah agility yang harus diterapkan di organisasi atau korporasi.

Agility pada bisnis merupakan faktor kesuksesan, terutama di kondisi pandemi yang memunculkan banyak ketidakpastian. Untuk menjalankan bisnis di dalam kondisi yang serba tidak pasti, perusahaan yang bisa beradaptasi dengan cepat akan menjadi pemenang,” ujar Dian.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN