Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Job Tribes, permainan elektronik DEA yang telah diluncurkan di Indonesia. (IST)

Job Tribes, permainan elektronik DEA yang telah diluncurkan di Indonesia. (IST)

DEA Hadirkan e-Gaming di Pasar Indonesia

Senin, 30 November 2020 | 21:20 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Digital Entertainment Asset (DEA), spesialis gaming asal Jepang yang mulai beroperasi di Singapura, meluncurkan gaming online di regional Asia Tenggara yang berjalan pada platform blockchain. Peluncuran perdana dimulai dari pasar Indonesia.

Melihat besarnya potensi e-gaming di Asia Tenggara, DEA telah meluncurkan Job Tribes, permainan kartu dan puzzle yang berbasis blockchain, di pasar Indonesia pada November 2020. Peluncuran tahap awal berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 pengikut di seluruh wilayah Asia Tenggara dan setengahnya berasal dari Indonesia.

 Didirikan oleh technopreneur Naohito Yoshida, DEA akan menggunakan platform blockchain PlayMining miliknya untuk menawarkan para gamer regional akses ke games, koleksi digital art, dan interaksi dengan karakter manga Jepang.

 Yoshida mengatakan, DEA menawarkan hal yang berbeda. Sebab, pengguna dapat menghasilkan mata uang digital (cryptocurrency) yang kemudian dapat ditukar dengan uang tunai.

“Saya sangat senang dapat menggabungkan gaming dan animasi dengan teknologi blockchain yang akan menjadi tren industri baru di masa depan,” ujar Yoshida, dalam pernyataannya, Senin (30/11).

Platform PlayMining DEA pun menggunakan DEAPcoin, cryptocurrency yang diproduksi pada 29 Agustus 2019 dan sekarang diperdagangkan di bursa cryptocurrency internasional, yakni Bithumb Global (Korea Selatan), BITTREX GLOBAL (Uni Eropa), INDODAX (Indonesia), DigiFinex (Hong Kong), dan Bitrue (Singapura).

Yoshida yang dikenal sebagai Goro-san di kalangan e-gaming juga merupakan pendiri dan pemimpin tiga perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo, yakni Celebrix Holding, Zaparas, dan EOLE.

Yoshida melanjutkan, sebagian besar antusiasme masyarakat yang besar terhadap peluncuran Job Tribes didorong oleh potensi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Kami menyediakan konten hiburan secara gratis dan yang Anda dapatkan dalam permainan ini dapat digunakan dalam kehidupan nyata. Ini memberikan peluang penghasilan bagi gamer," ujarnya.

Pengguna bermain gim secara gratis untuk mendapatkan DEAPcoin yang dapat digunakan untuk memperkuat game, atau membeli Digital Art. Saat ini, Digital Art dapat diperdagangkan di platform berbasis blockchain DEA, yaitu DEA Digital Art Auction.

Kemudian, Digital Art bisa ditukar menjadi uang tunai. Yoshida memperkirakan, game yang diluncurkan oleh DEA dapat menarik dua juta pengguna pada awal tahun 2021.

Pasar Gaming Online

DEA merasa optimistis tentang hal tersebut. Karena, pasar gaming online global dengan lebih dari 2,7 miliar gamer terus tumbuh pesat menurut situs web analisis e-sport dan gaming NewZoo.

Tahun 2020, total pengeluaran gamer pun diharapkan mencapai US$ 159,3 miliar. Sementara itu, wilayah Asia Pasifik bisa berkontribusi sebesar 55%, atau US$ 87 miliar.

Indeks Web Global mencatat, lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia melakukan streaming game melalui internet setiap bulan. Sebanyak 1 miliar orang lainnya menonton orang bermain game secara livestream setiap bulan.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN