Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Roti French Star Bakery yang ditransaksikan dengan mennggunakan  pembayaran digital OVO. (IST)

Roti French Star Bakery yang ditransaksikan dengan mennggunakan pembayaran digital OVO. (IST)

Ekosistem OVO Dorong UMKM Masuk Pasar Digital

Jumat, 26 Maret 2021 | 20:38 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih melanda Indonesia, bahkan global, membuat para pelaku UMKM melakukan berbagai cara untuk mempertahankan usaha. Salah satunya melakukan digitalisasi usaha dengan mengadopsi metode pembayaran digital melalui uang elektronik, termasuk OVO.

Sejalan dengan perkembangan digitalisasi usaha para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), OVO, sebagai platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia, juga mengalami tren peningkatan jumlah rekanan UMKM sebesar 95% pada 2020. 

Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit mengatakan, sejak awal kehadirannya, OVO terus berupaya untuk memberdayakan dan merangkul setiap merchant rekanannya, termasuk UMKM. Sebab, UMKM memegang peranan penting dalam mengembangkan ekosistem terbuka OVO dan mendorong perekonomian Indonesia.

“Melihat potensi yang sangat besar dari sektor UMKM, OVO bersama regulator terus mengajak dan merangkul UMKM agar bisa masuk ke ranah digital,” tutur Harumi, dalam keterangannya, Jumat (26/3).

Langkah yang dilakukan OVO sejalan dengan target dari Kementerian Koperasi dan UKM serta pemerintah, dalam menargetkan 30 juta UMKM untuk masuk pasar digital tahun 2023. Dengan besarnya jumlah penduduk, Indonesia merupakan pasar yang besar untuk produk-produk UMKM.

Karena itu, akselerasi digitalisasi UMKM sangat penting dalam memperluas jangkauan pasar. Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ini, sudah ada sebanyak 12 juta UMKM yang masuk pasar digital (go digital).

Sebagai platform pembayaran digital, rewards, dan layanan keuangan terkemuka di Indonesia, kini, OVO telah hadir di 115 juta perangkat dan bisa digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta manajemen aset dan investasi.

OVO sudah diterima di lebih dari 426 kota dan kabupaten di wilayah Indonesia. OVO juga  terus berkomitmen untuk membangun perusahaan pembayaran dan teknologi finansial terbesar di Tanah Air.

UMKM Sukses

Salah satu kisah sukses UMKM yang sudah masuk ke pasar digital dan menjadi mitra merchant OVO datang dari Maria Gunawan, distributor dari toko roti French Star Bakery.

Maria percaya, bisnis roti tersebut akan tetap tumbuh. Karena, produk roti yang dijualnya memiliki keunikan tersendiri, yaitu pembuatan yang melewati proses fermentasi sebanyak dua kali, sehingga menjadi roti yang lebih sehat dibandingkan roti pada umumnya.

Awalnya, Maria mencoba untuk membantu guna menawarkan roti dari toko French Star Bakery kepada teman-temannya. Ternyata, roti yang ditawarkan mendapatkan respons yang antusias dan tinggi.

Akhirnya, pesanan demi pesanan pun mulai berdatangan. Untuk mempermudah proses pencatatan penjualan, Maria pun memutuskan untuk menggunakan salah satu uang elektronik, yakni OVO sebagai metode pembayaran.

“Dengan OVO, saya bisa melakukan pencatatan penjualan secara lebih rinci dan jelas. Ini tentu sangat memudahkan saya untuk mengelola pemasukan maupun pengeluaran untuk modal usaha,” tuturnya.

Selain itu, peningkatan transaksi juga tentu dapat dirasakan oleh Maria, karena proses pembayarannya yang lebih mudah dan cepat. Bahkan, transaksi dapat dilakukan secara jarak jauh melalui fitur scan QR Code pada aplikasi OVO.

Maria hanya perlu mengirimkan QRIS yang digunakan untuk toko rotinya dan mengirimkannya kepada para calon pembeli.

Terlebih, hal itu seiring dengan tren digitalisasi dan kebiasaan baru masyarakat dalam berbelanja secara online dan mengadopsi metode pembayaran nontunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pandemi. Hal tersebut pun dapat dijadikan peluang bagi para UMKM untuk meningkatkan penjualan melalui digitalisasi.

Menurut dia, dalam turut membantu menjalankan toko rotinya, menggunakan e-wallet sebagai metode pembayaran merupakan pilihan yang tepat bagi para pebisnis maupun UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

“Peran OVO salah satunya yang mampu membantu keberlangsungan bisnis saya di mana tidak hanya dapat melakukan proses transaksi/penjualan secara tatap muka, tapi dapat dilakukan secara jarak jauh (online),” tutup Maria.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN