Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi data center (Foto: Google)

Ilustrasi data center (Foto: Google)

Etisalat UEA-Telkom akan Gelontorkan Rp 1,45 Triliun untuk Bangun Pusat Data

Kamis, 15 Juli 2021 | 12:31 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Perusahaan telekomunikasi asal Uni Emirat Arab (UEA), Etisalat, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) atau Telkom berencana untuk menggelontorkan dana investasi hingga US$ 100 juta atau setara Rp 1,45 triliun untuk membangun pusat data (data center) di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau.

Nongsa Digital Park sendiri sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2021. Saat ini, Nongsa Digital Park memiliki sekitar 160 perusahaan dengan 1.000 pekerja yang berasal dari perusahaan lokal maupun perusahaan asing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, untuk mendukung teknologi digital agar semakin berkembang di Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), pemerintah Indonesia telah meresmikan Nongsa Digital Park pada Maret 2018 lalu. Lokasi ini adalah proyek utama sebagai digital hub antara Indonesia dan Singapura.

“Untuk Kawasan BBK, dipersiapkan menjadi hub logistik internasional untuk mendukung integrasi dan persaingan industri, perdagangan, maritim, dan pariwisata,” ujar Airlangga dalam rilisnya terkait hasil Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Bilateral Singapura – Indonesia, Rabu (14/5).

Selain Nongsa Digital Park, pemerintah Indonesia juga sudah menetapkan zona Batam Aero Technic (BAT) di Batam, Kepulauan Riau, sebagai kawasan ekonomi khusus melalui PP Nomor 67 Tahun 2021.

Menurut Airlangga, pertemuan tersebut juga membahas isu ketenagakerjaan dan upaya untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja melalui kolaborasi antara kedua negara.

“Indonesia dan Singapura telah menandatangani 29 perjanjian kerja sama (MoU) terkait peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pembahasan manajemen rantai pasokan, keahlian ekonomi digital, teknologi finansial, inovasi sosial, analisis data, pariwisata dan hospitality, kepemimpinan, kebudayaan serta obat-obatan,” papar Airlangga.

Sementara pembahasan terkait agribisnis, lanjut dia, fokus pada komitmen kedua negara untuk mengembangkan kerja sama dalam subkelompok kerja pertanian, hasil laut dan perjanjian sanitari dan fitosanitari (sanitary and phytosanitary) berdasarkan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Berdasarkan target Singapura “30 by 30” yaitu memenuhi sendiri kebutuhan gizi 30% pada 2030, Indonesia dan Singapura berkomitmen bekerja sama untuk proyek pengembangan agribisnis di Kawasan BBK dengan tujuan ekspor produk pertanian ke Singapura.

Investor Singapura nantinya akan mengembangkan sistem pertanian pintar (smart farming system) untuk memproduksi buah-buahan, sayuran dan produk lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar Singapura. “Dalam proyek ini, Indonesia akan menyediakan sumber daya lahan, tenaga kerja dan teknologi sehingga proyek ini dapat segera terlaksana,” ujar Airlangga.

Sedangkan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong dalam pertemuan itu juga menyampaikan, meskipun pandemi berdampak sangat berat bagi sektor pariwisata kedua negara, situasi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur serta kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.

 

Wisata Cruise

Gan juga mengimbau pentingnya safe cruise control agar negara-negara di kawasan regional dapat menyamakan standar prosedur dan kesehatan untuk wisata cruise mengingat Indonesia juga merupakan destinasi favorit. Kedua negara juga membahas kemungkinan pembentukan travel bubble sebagai pilot project. “Kami sepakat untuk membentuk micro travel bubble antara Singapura dengan kawasan di dalam pulau Bintan, seperti Lagoi,” tutur Airlangga.

Apabila pembentukan micro travel bubble ini berjalan baik, kata dia, untuk selanjutnya dapat ditingkatkan ke dalam area yang lebih besar. Melalui micro travel bubble ini, wisatawan dapat saling berkunjung secara aman dan nyaman, dan bermanfaat sebagai upaya menumbuhkan kembali wisata dan ekonomi.

“Pembahasan lanjutan mengenai pelaksanaan micro travel bubble ini masih akan dilakukan, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan,” pungkas Airlangga. Pertemuan tahunan Menteri Perekonomian ini diakhiri dengan penandatanganan Joint Report to the Leaders.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN