Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan digital raksasa terlihat di kampus kantor pusat perusahaan Facebook di Menlo Park, California pada 23 September 2019. ( Foto: JOSH EDELSON / AFP )

Papan digital raksasa terlihat di kampus kantor pusat perusahaan Facebook di Menlo Park, California pada 23 September 2019. ( Foto: JOSH EDELSON / AFP )

Facebook akan Batasi Konten Politik di Indonesia

Minggu, 14 Februari 2021 | 18:14 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Facebook, platform jejaring sosial global yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengumumkan akan membatasi konten yang berkaitan dengan politik di platformnya. Pada tahap awal, hal tersebut akan berlaku di sejumlah negara, antara lain Indonesia, Kanada, Brasil, dan dan AS.

Tujuan pemberlakuan kebijakan baru tersebut untuk menjaga agar interaksi yang lebih sehat sekaligus menghormati pilihan politik setiap individu yang berada di platform Facebook.

Direktur Manajemen Produk Facebook Aastha Gupta mengatakan, selama beberapa bulan ke depan, pihaknya akan bekerja untuk lebih memahami beragam preferensi masyarakat terhadap konten politik dan menguji sejumlah pendekatan berdasarkan wawasan tersebut.

“Sebagai langkah pertama, kami akan mengurangi sementara distribusi konten politik di kabar berita untuk sebagian kecil orang di Indonesia, Kanada, Brasil, dan AS, dalam beberapa minggu mendatang,” ujar Gupta, dalam keterangannya di blog Facebook, sepereti dikutip Minggu (14/2).

Selama pengujian awal, lanjut dia, Facebook akan mempelajari berbagai cara untuk menentukan peringkat konten politik pada ‘umpan orang-orang menggunakan sinyal yang berbeda’, dan kemudian, memutuskan pendekatan yang akan digunakan selanjutnya.

Meski demikian, informasi terkait Covid-19 dari organisasi kesehatan resmi, antara lain CDC dan WHO, serta badan dan layanan kesehatan nasional dan regional dari negara yang terkena dampak akan dikecualikan dari batasan. Konten dari lembaga dan layanan resmi pemerintah juga akan dibebaskan dari batasan tersebut.

“Untuk menentukan seberapa efektif pendekatan baru ini, kami akan menyurvei orang-orang tentang pengalamannya selama pengujian ini. Penting untuk diperhatikan bahwa kami tidak menghapus konten politik dari Facebook sama sekali,” jelas Gupta.

Dia juga mengungkapkan, berdasarkan analisis Facebook di AS, konten politik sebenarnya selama ini hanya mencakup sekitar 6% dari apa yang dilihat orang di Facebook.

“Dan, meskipun umpan berita setiap orang berbeda, kami tahu, bahkan, sebagian kecil konten politik dapat memengaruhi pengalaman seseorang secara keseluruhan,” ungkapnya.

Gupta menyampaikan, pihaknya telah menawarkan kontrol untuk membantu pengguna mengelola apa yang dilihat di News Feed, seperti tools Favorit yang memungkinkan pengguna memilih orang dan halaman yang ingin diprioritaskan di News Feed pengguna.

Misalnya, pilihan untuk menunda, atau menyembunyikan sementara postingan dari seseorang, halaman, atau grup, dan kemampuannya untuk bisa mematikan iklan politik.

“Namun, kami selalu berusaha membuat kabar berita lebih baik, dan, ini berarti menemukan keseimbangan baru dari konten yang ingin dilihat orang,” pungkas Gupta.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN