Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Hingga 2024, Indonesia Siapkan Roadmap Digital untuk 4 Sektor Strategis

Selasa, 13 Juli 2021 | 21:15 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan bahwa Indonesia telah menyiapkan Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 untuk empat sektor strategis. Keempatnya terdiri atas infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

Hal tersebut disampaikan Menkominfo dalam forum Asia Tech x Singapore 2021 – AtxSummit, Future Role of Connectivity: Bridging the Digital Divide yang dihadiri secara virtual dari Jakarta, Selasa (13/7).

 

“Saya berharap suksesnya penyelenggaraan konferensi ini dan semoga acara ini dapat menghasilkan rekomendasi tentang bagaimana Singapura dan negara-negara anggota Asean dapat lebih memajukan transformasi digital,” ujar Johnny.

Menkominfo menjelaskan, pada infrastruktur digital, Indonesia akan terus menggelar infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di seluruh wilayah Nusantara, khususnya untuk menghubungkan titik-titik di perdesaan, terluar, dan tertinggal.

Pemerintah dan perusahaan telekomunikasi telah menggelar jaringan fiber optic sepanjang 342.000 kilometer di darat dan laut sebagai tulang punggung konektivitas TIK. Begitu juga, terdapat sembilan satelit, microwave link, serta jaringan fiber-link yang saat ini digunakan untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi dan digital.

Hal tersebut juga akan didukung oleh satelit multifungsi high throughput Satria-1 berkapasitas 150 Gbps yang akan mulai beroperasi di orbit dan komersial pada triwulan IV-2023. Indonesia pun diakuinya masih membutuhkan kapasitas satelit yang lebih besar dalam 10 tahun ke depan.

Lebih dari 500 ribu base transceiver stations (BTS) 4G juga telah dibangun, termasuk yang berada di daerah sangat terpencil. Jangkauan sinyal 4G akan menjadi tulang punggung infrastruktur digital guna mendukung Indonesia dalam percepatan transformasi digital.

Hal tersebut juga akan mendukung pelaku UMKM Indonesia masuk ke ranah digital (digital onboard/go digital). Saat ini, sudah ada 11 juta UMKM yang go digital dan beberapa di antaranya sedang dalam tahap scaling-up untuk mendukung kebangkitan perekonomian Indonesia.

“Kami berharap, pada akhir 2024, setidaknya ada 30 juta UMKM Indonesia yang akan bisa berbisnis secara digital,” tutur Menkominfo.

Pemerintah pun akan memastikan keandalan infrastruktur TIK melalui penyebaran fixed broadband dan mobile broadband untuk memenuhi kebutuhan digital dan menutup kesenjangan digital. Tujuannya agar semua orang terhubung secara digital, sehingga pembangunan infrastruktur adil, inklusif, dan bermanfaat bagi semua.

Pemerintahan dan Ekonomi

Saat ini, lanjut Menkominfo, pemerintah Indonesia juga tengah menerapkan konsep digitalisasi layanan pemerintahan (digital government) untuk mendukung dan mendorong pelayanan publik yang lebih efisien, efektif, dan transparan.

“Kami sedang dalam proses mengintegrasikan layanan pemerintah melalui konsolidasi data, di bawah inisiatif Satu Data Indonesia. Kami berencana membangun empat Pusat Data Nasional mulai tahun ini, pusat data standar global tingkat ke-4,” imbuhnya.

Seperti diketahui bahwa ekonomi digital Indonesia tumbuh dua digit 10,58% tahun 2020. Sementara itu, Google dan Temasek juga telah memproyeksikan ekonomi digital indonesia akan melampaui US$ 124 miliar akhir tahun 2024.

Pemerintah pun mendukung konsolidasi bisnis telekomunikasi, platform digital, start-up digital Indonesia, untuk tujuan bisnis dan industri yang lebih kuat dan andal.

“Penting juga bagi Indonesia untuk berperan dalam produksi dan manufaktur sistem TIK, jaringan dan produk, perbankan digital dan e-commerce, dan bisnis digital hilir terkait, pariwisata, dan logistik,” tutur Johnny.

Masyarakat Digital

Menkominfo menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi digital bergantung pada kesiapan masyarakat untuk go digital. Karena itu, pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), telah menyiapkan beberapa program untuk mendorong masyarakat Indonesia go digital.

Pertama, Gerakan Literasi Digital untuk setidaknya 12,4 juta orang setiap tahun. Tujuannya untuk memberikan mereka akses ke pelatihan virtual tentang kurikulum digital dasar, seperti etika digital, keamanan digital, budaya digital, dan keterampilan digital dasar.

Kedua, untuk milenial Indonesia, ada program Digital Talent Scholarship yang dirancang untuk minimal 100 ribu peserta setiap tahun. Program ini untuk keterampilan menengah yang fokus pada komputasi awan (cloud), artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), big data analytics, dan lainnya.

Ketiga, Indonesia menyediakan program Digital Leadership Academy untuk mendukung terwujudnya kota pintar (smart city) dan pembuat kebijakan digital, serta para pendiri start-up. Program talenta digital masif disiapkan untuk mendukung masyarakat Indonesia go digital dan percepatan transformasi digital berbagai sektor.

Adopsi 5G

Tak cukup sampai di situ, baru-baru ini, Indonesia, melalui Telkomsel,  juga baru saja meluncurkan layanan komersial 5G di sembilan kota di Tanah Air dan Indosat Ooredoo di Kota Solo, Jawa Tengah.

Walaupun masih pada tahap sangat awal, pmerintah Indonesia akan berusaha untuk mempercepat penyebaran layanan 5G, termasuk didukung dengan  penataan dan penataan ulang (farming and refarming) spektrum frekuensi di semua tingkat.

“Peluang besar di depan sudah menunggu kita. Ini adalah perspektif kami untuk memiliki Indonesia yang lebih kuat di era digital ini, keuangan digital, perbankan digital, e-commerce, pariwisata digital, UMKM digital, dan banyak lainnya,” pungkas Menkominfo.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN