Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala KSP Moeldoko (kiri) dan CEO Huawei Indonesia Jacky Chen (kanan) menunjukkan lembar MoU vokasi TIK. (IST)

Kepala KSP Moeldoko (kiri) dan CEO Huawei Indonesia Jacky Chen (kanan) menunjukkan lembar MoU vokasi TIK. (IST)

Huawei Mendukung Program Vokasi Pemerintah

Jumat, 30 Oktober 2020 | 11:30 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah, melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP), dan Huawei Indonsia, telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama pengembangan 100 ribu sumber daya manusia (SDM) di Indonesia melalui pendidikan vokasi.

Kepala KSP Moeldoko menyampaikan, pemerintah Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas pembangunan nasional. SDM yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi syarat penting tercapainya target pembangunan nasional.

“Untuk menciptakan ekosistem digital, kita butuh kerja sama dengan semua pihak, termasuk industri agar talenta yang kita miliki bisa berkembang,” ujar Moeldoko saat penandatanganan kerja sama dengan Huawei Indonesia di Jakarta, seperti dikutip Jumat (30/10).

Kerja sama berdurasi lima tahun itu diharapkan bisa memberikan peluang kepada talenta yang dimiliki Indonesia. SDM yang menguasai TIK yang dimiliki Indonesia pun diharapkan bisa bertaraf internasional.

Moeldoko mengapresiasi komitmen Huawei Indonesia untuk mendukung pengembangan SDM Indonesia yang menguasai TIK. Sebab, bidang tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Hingga 2030, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta SDM mumpuni di bidang TIK yang menguasai cloud, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), analitik big data, teknologi seluler generasi kelima (5G), hingga internet of things (IoT).

“Ini kebutuhan yang butuh sinergi sejumlah pihak. Pemerintah tidak bisa sendiri, demikian pula swasta,” ujarnya.

CEO Huawei Indonesia Jacky Chen menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia tersebut.

Menurut Chen, keterlibatan aktif dalam pengembangan kualitas SDM di bidang TIK berkompetensi global merupakan bagian dari komitmen panjang Huawei sejak hadir di Indonesia 20 tahun lalu.

“Melalui Huawei Asean Academy Indonesia, kami menggelar berbagai pelatihan, seminar, studi banding, sertifikasi, hingga kompetisi yang dirancang memperkaya wawasan, memperdalam pemahaman, serta meningkatkan penguasaan terhadap teknologi terdepan,” pungkas Chen.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN