Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Belanja onlie. Foto ilustrasi: IST

Belanja onlie. Foto ilustrasi: IST

Riset Facebook dan Bain & Company:

Indonesia Miliki 165 Juta Konsumen Digital Akhir 2021

Kamis, 16 September 2021 | 14:22 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Facebook, platform jejaring sosial, bersama Bain & Company, mengeluarkan laporan yang bertajuk SYNC Southeast Asia untuk mendalami tentang tren ekonomi digital dan masa depan e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pada akhir 2021, Indonesia disebut akan punya 165 juta konsumen digital.

Menurut Facebook, Bain & Company, pertumbuhan konsumen digital di Asia Tenggara diperkirakan total mencapai 350 juta pada akhir 2021, atau meningkat 12,9% dibandingkan pada akhir 2020 sekitar 310 juta.

Artinya, hampir 80% konsumen Asia Tenggara akan beralih ke ranah digital pada akhir tahun ini. Sementara itu, ada 165 juta konsumen digital di Indonesia pada akhir tahun ini, naik 14,58% dibandingkan 144 juta akhir tahun lalu.

Survei dilakukan kepada lebih dari 20 CXO dan sekitar 16.700 konsumen digital di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Konsumen yang disurvei telah bertransaksi secara online minimal dua kategori produk dalam tiga bulan terakhir dan berusia di atas 15 tahun.

Country Director Facebook Indonesia Pieter Lydian  mengatakan, melihat perjalanan belanja online konsumen Indonesia dan gaya hidup digital yang semakin berkembang, sangatlah penting bagi pengelola platform dan pemilik merek untuk mengatur kembali strategi untuk berinteraksi dengan konsumen.

“Langkah ini menghadirkan peluang bagi bisnis untuk membangun merek dan terhubung dengan konsumen dalam hal yang paling penting. Di Facebook, kami menghadirkan solusi bagi bisnis untuk membantu orang dengan mudah menemukan dan membeli hal-hal yang mereka sukai,” ujar Pieter, dalam pernyatannya, Kamis (16/9).

Menurut dia, konsumen di Indonesia tidak hanya berbelanja lebih banyak secara online seperti yang diperkirakan pada 2020. Namun, semakin banyak dari mereka (48%) yang menggunakan platform online sebagai sarana utama untuk melakukan pembelian.

“Mereka terbuka untuk menemukan produk dan layanan baru, di mana 56% mengatakan tidak tahu apa yang ingin mereka beli ketika sedang online dan 44% mengatakan telah mencoba toko online baru tahun ini yang belum pernah diketahui sebelumnya,” imbuhnya.

Selain itu, mereka membeli lebih banyak kategori secara online. Responden yang disurvei mengaku kini membeli secara online dengan rata-rata 8,8 kategori,  70% lebih tinggi dari rata-rata 5,1 yang terlihat pada 2020.

Lebih jauh, studi juga menunjukkan potensi yang masih besar untuk membangun loyalitas dan pertumbuhan merek lantaran pasar perdagangan secara elektronik (e-commerce) umumnya masih terpecah dalam banyak kategori.

Sementara itu, pada 2021, konsumen yang cakap sudah melihat-lihat di 8,2 situs web berbeda sebelum membuat keputusan pembelian, sebuah peningkatan yang drastis jika dibandingkan dengan rata-rata 5,1 situs pada 2020.

Konsumen kini juga disebut semakin menjadi lebih sadar lingkungan dengan 93% mengatakan bersedia membayar lebih untuk produk berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN