Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Upaya kejahatan cryptomining di Kawasan Asia Tenggara. (Kaspersky)

Upaya kejahatan cryptomining di Kawasan Asia Tenggara. (Kaspersky)

Indonesia Peringkat Ke-2 dalam Kejahatan Cryptomining

Senin, 21 Juni 2021 | 19:56 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Indonesia menempati peringkat kedua dalam kejahatan penambangan mata uang digital (Cryptomining) untuk kawasan Asia Tenggara. Kaspersky mendeteksi dan memblokir sekitar 1,79 juta upaya kejahatan cryptomining di Indonesia untuk tahun 2020, setelah Vietnam sebanyak 4,95 juta.

Sepanjang tahun lalu, ada 8,92 juta upaya kejahatan cryptomining di kawasan Asia Tenggara. Selain dikontribusi oleh Vietnam dan Indonesia, upaya kejahatan tersebut terjadi di Thailand sebanyak 923,76 ribu, Malaysia 831,86 ribu, Filipina 230,09 juta, dan Singapura 191,93 ribu.

“Serangan siber terkait cryptomining yang mencapai 8,92 juta pada 2020 merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan upaya phishing yang terdeteksi 2,89 juta dan upaya ransomware 804.513,” ungkap General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong, Senin (21/6).

Aplikasi ilegal (malware) berbahaya banyak digunakan dalam penambangan kripto. Para pelaku kejahatan siber ini memanfaatkan perangkat keras yang tidak dimilikinya, atau memanfaatkan milik pihak lain, seperti ponsel cerdas (smartphone), komputer, tablet, dan server.

Kemudian, mereka akan memanfaatkan kekuatan pemrosesan perangkat tersebut untuk menambang mata uang kripto, seperti Bitcoin, yang harganya akhir-akhir kini tengah meroket dan masih tinggi. Para pemilik perangkat keras pun seringkali tidak menyadari bahwa sumber daya perangkat keras dan listriknya telah dimanfaatkan.

Karena itu, Kasperksy mengingatkan, jika seorang pemilik bisnis dan para staf bekerja dari jarak jauh karena pandemi Covid-19, namun tagihan listrik kantor meningkat secara tidak wajar.

Pebisnis pun disarankan untuk memeriksa backend TI. Ada kemungkinan terdapat penambang kripto yang telah menggunakan sumber dayanya tersebut dan dibayari oleh pemilik bisnis.

Sementara itu, dalam Laporan Ancaman UMKM Terkini Tahun 2020 Kaspersky, baru-baru ini, upaya penambangan kripto sepanjang tahun 2020 sebenarnya terpantau berkurang menjadi 8,92 juta dari 13,24 juta pada 2019.

“Kami sebenarnya telah melihat penurunan terkait serangan penambangan kripto di seluruh dunia dan tren yang sama juga berlaku di Asia Tenggara,” imbuh Pimpinan Tim Analis Malware di Kaspersky Evgeny Lopatin.

Menurut dia, faktor utama di balik penurunan jumlah serangan adalah biaya mata uang kripto yang telah menurun selama tiga tahun terakhir, dan hanya baru-baru ini, harganya mulai kembali naik tajam.

“Namun begitu, Kaspersky tetap menyarankan para pemilik bisnis untuk tidak lengah,” tutur Lopatin.

UMKM Rentan

Kaspesky pun menyampaikan, pebisnis UMKM biasanya cenderung memiliki sikap rileks terhadap keamanan informasi, sehingga berpotensi untuk mengalami ‘kerusakan utama paling parah’ dari penambangan kripto.

Seiring mata uang kripto terus menarik perhatian para investor dan pengguna karena lonjakan harganya, Lopatin memperingatkan pelaku UMKM untuk tidak meremehkan kemungkinan bahwa penambangan kripto akan tetap menjadi ancaman dunia maya yang serius.

“Ditambah lagi, para pelaku kejahatan siber telah lama menyadari bahwa menginfeksi server (pebisnis) lebih menguntungkan daripada menambang di komputer pengguna rumahan. Karena itu, UMKM harus terus sigap dan serius dalam menghadapi ancaman diam-diam ini,” tutur Yeo Siang Tiong.

Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia dan Vietnam menjadi negara dengan jumlah upaya penambangan kripto paling banyak yang terpantau dan dicegah oleh Kaspersky selama dua tahun berturut-turut. Terhitung, kontribusinya hampir mencapai 71% pada 2020 dan 80% tahun 2019 dari semua percobaan insiden.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN