Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate

Menkominfo Johnny G Plate

Indonesia Terbuka Berkolaborasi dalam Perlindungan Data Pribadi

Kamis, 2 September 2021 | 21:40 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indonesia terbuka untuk berkolaborasi, baik dengan pemangku kepentingan dalam negeri maupun internasional, untuk meningkatkan perlindungan data pribadi. Hal ini dilakukan demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate  menyampaikan, pada gelaran World Economic Forum (WEF) 2020, Indonesia telah menyatakan terbuka untuk berkolaborasi dan membahas perlindungan data internasional dan arus data lintas negara demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif.

“Dalam Kepresidenan G20 mendatang, Indonesia juga akan melanjutkan pembahasan topik ini sebagai salah satu isu prioritas. Selain itu, Indonesia  mengusulkan empat prinsip untuk diadopsi dalam cross-border data flow, seperti lawfulness, fairness, transparency, serta reciprocity,” ungkap Johnny, Kamis (2/9).

Tak hanya itu, pada pertemuan WEF 2020, lanjut dia, Pemerintah Indonesia pun telah memberikan perhatian khusus pada tiga megatren transformasi, yaitu transformasi fisik, transformasi biologis, dan transformasi digital.

“Dengan catatan ini, transformasi digital harus diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur digital dan talenta digital, serta perumusan kebijakan yang mendukung,” jelasnya.

Di sisi lain, Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), juga melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur internet di seluruh wilayah Indonesia, antara lain dengan penggelaran kabel bawah laut, base transceiver station (BTS), dan pengadaan satelit Satria-1.

Pemerintah Indonesia pun melibatkan swasta, melalui public private partnership (PPI), dalam penyediaan infrastruktur digital. “Kerja sama ini juga mencakup skema pembiayaan yang salah satunya tercermin dalam penggelaran proyek Palapa Ring (fiber optic deployment) untuk koneksi internet di Tanah Air,” tuturnya.

Bahkan, pemerintah telah mendukung operasi komersial layanan telekomunikasi 5G di beberapa kota di Indonesia yang telah mulai digulirkan oleh operator, antara lain Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata.

“Pemerintah telah menunjukkan komitmen mereka untuk menyediakan akses internet yang terjangkau untuk semua,” tutur Johnny.

Selain itu, Pemerintah Indonesia mengembangkan talenta digital dan upaya penanganan konten negatif serta investigasi insiden pelanggaran data.

“Ada juga pengembangan talenta digital Indonesia melalui literasi digital dasar, keterampilan digital menengah, dan keterampilan digital lanjutan. Begitu juga, ada upaya manajemen konten negatif yang mencakup debunking dan take down konten, serta investigasi insiden data breach,” jelas Johnny.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN