Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bambang Dwi Anggono, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kemkominfo.

Bambang Dwi Anggono, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kemkominfo.

Kemkominfo: Infrastruktur PDN untuk Keperluan SPBE

Jumat, 2 Juli 2021 | 18:47 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memiliki program untuk membangun sejumlah Pusat Data Nasional (PDN) di Tanah Air. Program ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat proses transformasi digital di Indonesia. Pembangunan PDN juga untuk mengakomodasi kepentingan pemerintah dalam hal penyimpanan data, khususnya untuk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kemkominfo Bambang Dwi Anggono mengungkapkan, pihaknya telah memiliki kebijakan terkait penyediaan kebutuhan SDM TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), khususnya bagi penyediaan SDM yang ahli di bidang TIK melalui program Digital Talent Scholarship (DTS). Talenta ini juga nantinya dibutuhkan untuk PDN.

“Pembangunan PDN dikhususkan bagi penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), terutama bagi data-data strategis pemerintah, bukan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan dunia usaha maupun masyarakat,” kata Bambang kepada Investor Daily, Jumat (2/7).

Bambang menambahkan, keterlibatan pihak asing ditempatkan pada penyediaan infrastruktur konstruksi dan perangkat Mechanical Electrical serta TIK.

“Sementara untuk konfigurasi dan design security dilaksanakan oleh Kemkominfo dan BSSN sesuai Perpres nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE,” ujar Bambang.

Hal itu disampaikan Bambang, karena sejumlah stakeholder di Tanah Air menyarankan supaya pemerintah sebaiknya fokus untuk mengembangkan SDM digital, ketimbang membangun infrastruktur digital.

Ketua Umum Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengatakan, bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan dan pengelolaan data center ada pada SDM. Karena hampir 73% downtime operasional data center ini disebabkan oleh personal yang tidak mumpuni.

“Kami di Industri pun merasa kekurangan SDM yang mumpuni, oleh karenanya kami bekerjasama dengan Universitas Indonesia pada fakultas teknik elektronya untuk bisa memiliki kurikulum khusus data center,” kata Hendra dalam diskusi Pusat Data Nasional dengan tema “Menyelaraskan Kebutuhan Pemerintah dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Dalam Negeri” yang dilakukan secara virtual, Selasa (29/6).

Menurut Hendra, Kemkominfo semestinya menjalankan program pembangunan infrastruktur, harus dibarengi juga dengan program pengembangan SDM untuk data center. Bahkan, Hendra menyarakan supaya Kemkominfo tidak perlu berinvestasi untuk membangun data center, karena itu merupakan ranah dari pelaku industri.

“Kemkominfo sebagai regulator seharusnya mendukung penyelenggara data center nasional dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri nasional, dan tidak menjadi pesaing pelaku industri yang sudah berinvestasi,” ungkap Hendra.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN