Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dedy Permadi, Jubir Kemkominfo. Sumber: BSTV

Dedy Permadi, Jubir Kemkominfo. Sumber: BSTV

Kemkominfo Investigasi Kebocoran Data Nasabah BRI Life

Rabu, 28 Juli 2021 | 19:19 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai menginvestigasi dugaan kebocoran 2 juta data pribadi para nasabah BRI Life. Sejumlah langkah pun dijalankan untuk mengetahui fakta sebenarnya dan apa yang telah terjadi.

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah cepat sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

“Sejak Selasa, 27 Juli 2021, sampai dengan saat ini, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, Kemkominfo, telah melakukan investigasi internal untuk melakukan pendalaman terhadap sampling data pribadi yang diduga bocor,” ujar Dedy, dalam pernyataannya, Rabu (28/7).

Selain itu, lanjut dia, Kemkominfo pun telah memanggil  direksi BRI Life pada Rabu (28/7), sebagai bagian dari proses investigasi. Pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengetahui kondisi internal BRI Life terkait kebocoran data nasabah tersebut.

“Sampai saat ini, investigasi masih terus berjalan dan hasilnya belum dapat disimpulkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, kasus kebocoran data BRIU Life diungkap pertama kali oleh akun Twitter @UnderTheBreach, pada Selasa (27/7). Akun tersebut mengklaim, data nasabah BRI Life yang bocor bersifat sensitif.

Ada klaim sekitar 2 juta data nasabah BRI Life yang bocor, berikut sekitar 463.000 dokumen perusahaan yang juga berhasil diretas. Peretas juga mengklaim punya video demonstrasi 30 menit yang berisi tentang sejumlah besar data sekitar 250 GB yang diperoleh.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, data nasabah yang dimiliki sang hacker berbentuk fail PDF. Data berisi sejumlah informasi pribadi, antara lain foto KTP, rekening, nomor wajib pajak, akta kelahiran, hingga rekam medis. Seluruh data dijual dengan harga US$ 7.000, atau sekitar Rp 101,5 juta (kurs Rp 14.500 per dolar AS).

Pemilik akun Twitter lainnya, @HRock juga telah mengklaim bahwa peretas berhasil menyusup ke beberapa perangkat komputer milik karyawan divisi BRI Life dan juga induk usahanya, yakni Bank BRI.

"Kami mengidentifikasi bahwa beberapa komputer karyawan BRI Life dan Bank Rakyat Indonesia yang dikompromikan, yang mungkin telah membantu peretas untuk mendapatkan akses awal ke perusahaan," ungkap @Hrock.

Sikap BRI Life

Sementara itu, menindaklanjuti kebocoran sekitar 2 juta data nasabahnya yang ditawarkan secara online, BRI Life pun sebenarnya langsung menindaklanjuti sejak Selasa (27/7).

BRI Life sudah langsung menjalankan penelusuran jejak internal untuk memastikan kondisi terkini perusahaan pada hari yang sama ketika kabar tersebut mulai menyebar.

"Kami sedang dan segera laporkan pada kesempatan pertama. Tindak lanjut untuk cek info tentang kebocoran data. Kami sedang melacak internal dan kami akan memperbarui begitu ada hasilnya," tutur Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila, melalui pesan kepada Investor Daily, Selasa (27/7) malam.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN