Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jumlah hoaks vaksin Covid-19 telah tembus 111. (Sumber data: Kemkominfo)

Jumlah hoaks vaksin Covid-19 telah tembus 111. (Sumber data: Kemkominfo)

Pemberantasan Libatkan Multistakeholders

Kemkominfo Temukan 111 Isu Hoaks Vaksin Covid-19

Selasa, 23 Februari 2021 | 19:16 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah mengidentifikasi 111 isu hoaks berkaitan dengan vaksin Covid-19 yang tersebar pada 578 platform digital hingga Selasa (23/2), pukul 06.00 WIB.

Dalam penanganan hoaks tersebut yang masih berlangsung dan kemungkinan besar akan bertambah, Kemkominfo akan melibatkan multistakeholders dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Dari 111 hoaks itu disebarkan melalui Facebook 471 kali, Instagram 9, Twitter 45, YouTube 38, dan TikTok 15. Semuanya sudah di-takedown oleh Tim AIS Kemkominfo,"  jelas Koordinator Pengendalian Internet Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo Anthonius Malau, dalam Diskusi Teknis Penanganan dan Penegakan Hukum Disinformasi/Hoaks Covid-19 secara virtual, Selasa (23/2).

Menurut dia, ada kecenderungan hoaks, terutama mengenai vaksin Covid-19, terus meningkat. Jika dibiarkan, penyebarannya akan berdampak pada pencapaian kesuksesan vaksinasi oleh pemerintah.

“Karena, vaksin ini menjadi program pemerintah yang tidak boleh gagal. Program ini harus berhasil seperti yang dikatakan para ahli untuk mencapai target herd immunity masyarakat supaya bisa kendalikan Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, Anthonius Malau menyatakan, Tim AIS Ditjen Aptika Kemkominfo menggandeng kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, untuk membahas strategis menangkal hoaks mengenai vaksin Covid-19.  

“Kami mengajak multistakeholder yang terlibat untuk menanggulangi hoaks,” ujar dia.

Kemkominfo akan meminta pandangan dari berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan agar secara bersama-sama mengatasi persoalan hoaks vaksin yang sampai saat ini masih menimbulkan rasa ketakutan pada masyarakat.

“Dari Polri tadi jelas mengatakan akan menangani kasus ini sesegera dan secepat mungkin. Tapi, syaratnya adalah kalau laporan masyarakat harus lengkap supaya cepat dapat ditindaklanjuti,” tuturnya.

Sementara itu, dari kementerian terkait, seperti Kementerian Kesehatan telah memiliki kewenangan untuk memberikan klarifikasi hoaks yang berkaitan dengan vaksin Covid-19. 

“Kementerian Kesehatan tentunya yang memahami secara teknis tentang vaksin ini. Kalau kita, Kemkominfo kan membuat stempel suatu informasi terkait dengan vaksin itu hoaks, atau tidak,” tandas Anthonius Malau.

Diseminasi

Menurut dia, tidak hanya melabeli sebuah informasi terkategori hoaks, disinformasi, atau misinfomasi. Tetapi, ada juga langkah selanjutnya, yakni dengan mendiseminasi informasi tersebut kepada kementerian/lembaga, termasuk pemerintah daerah. 

“Ini supaya seluruh lapisan masyarakat dapat memahami dan mengetahui bahwa informasi terkait dengan vaksin (berbahaya) itu hoaks,” ujarnya.

Dalam pandangan Anthonius Malau, pemerintah daerah memegang peranan penting menyoal diseminasi informasi kepada masyarakat tentang hoaks vaksinasi Covid-29.

Kemkominfo pun mengapresiasi berbagai masukan dari hasil diskusi tersebut untuk dilakukan berbagai upaya dalam menangkal hoaks vaksin.

“Tadi, ada bahan masukan yang sangat bagus bahwa terkait dengan hoaks vaksin Covid-19 ini bisa kita buatkan semacam poster yang akan ditempelkan di puskesmas-puskesmas. Poster itu berisi informasi terkait dengan klarifikasi,” pungkas dia.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN