Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Acara Puncak Kilau Digital Permata Flobamora di NTT

Menkominfo: Kemkominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK

Jumat, 18 Juni 2021 | 19:28 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), terus mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air untuk mendorong penguatan branding produk artisan lokal melalui pemanfaatan berbagai platform digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan, pihaknya terus berusaha untuk menggelar infrastruktur TIK secara merata ke seluruh pelosok Nusantara dengan disertai berbagai pilihan dan kombinasi teknologi.

“Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara tegas dan konsisten telah menugaskan Kemkominfo dan ekosistemnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi mulai dari penggelaran fiber optic di darat dan dasar laut, pemanfaatan fiber link dan microwave, pembangunan akses internet untuk titik-titik pelayanan publik di seluruh pelosok Tanah Air sesuai kapasitas satelit yang kita miliki,” ungkap Johnny, dalam acara puncak Gerakan Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kilau Digital Permata Flobamora di Waringin Puncak, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/6).

Dia menyatakan, Kemkominfo membangun base transceiver station (BTS) di seluruh wilayah Tanah Air.  Secara khusus, fasilitas sarana penyambung sinyal layanan telekomunikasi antara operator dan pengguna akhir itu dibangun  di desa dan keluruhan yang masih blankspot dengan menggunakan insentif fiskal untuk tahun anggaran 2021 dan 2022.

Menurut Menkominfo, Kepala Negara juga telah mengingatkan penggelaran infrastruktur TIK di seluruh wilayah Tanah Air tersebut perlu  dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha di dalam negeri, khususnya UMKM dan Ultra Mikro (UMi) Indonesia, melalui kehebatan artisan lokal.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa UMKM dan UMi Indonesia jumlahnya sangat besar, 64,2 juta UMKM, yang menjadi penopang 60% dari PDB (produk domestik bruto) nasional kita,” paparnya.

Karena itu, menurut dia, sudah menjadi tugas bersama untuk mengangkat UMKM nasional Indonesia agar lebih berdaya saing. Hal tersebut termasuk di dalamnya dengan memberikan akses internet dan mendorong mereka berjualan secara daring (online).

Forum Ekonomi Digital

Hal yang dikerjakan Kemkominfo tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo dalam  rapat terbatas terakhir. Kemkominfo pun telah mengambil langkah pembentukan Forum Ekonomi Digital Kominfo I yang sudah diluncurkan di Jakarta, pada Rabu (15/6) lalu.

“Forum itu dihadiri oleh 11 CEO marketplace digital yang bersama-sama semuanya mempunyai komitmen agar UMKM Indonesia menjadi tuan di pasar domestik,” jelasnya.

Dalam forum itu telah disepakati beberapa hal, yakni UMKM Indonesia harus mengisi kebutuhan ruang digital dan konsumsi Indonesia terlebih dahulu.

“Penggelaran ICT infrastructure upstream dan downstream teknologi infrastruktur yang kita bangun adalah untuk ekonomi domestik, secara khusus UMKM dan UMi Indonesia,” tandas Johnny.

Selain itu, lanjut dia, ada kesepakatan agar bersama-sama memastikan bahwa kebutuhan talenta digital (digital talent requirement) Indonesia akan dipenuhi bersama-sama dengan peran pemerintah dan swasta.

Menkominfo pun memaparkan pesan Presiden Joko Widodo dan Wapres mengenai deployment rollout ICT Infrastructure Indonesia yang harus sejalan dengan pengembangan talenta digital, atau sumber daya manusia. Hal ini diperlukan agar ruang digital Indonesia tidak disalahgunakan.

“Tentu, pesan berulang-ulang kali yang disampaikan Bapak Presiden dan Waakil Presiden adalah say no to hoax, disinformasi, malinformasi, misinformasi, dan hate speech. Tetapi, isi ruang digital untuk hal-hal yang bermanfaat secara khusus untuk menjadi ruang usaha dan ruang peluncuran ekonomi digital kita,” ungkap Menkominfo.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN