Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate (tengah) memegang microphone. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate (tengah) memegang microphone. (IST)

Menkominfo: Percepat Transformasi, Indonesia Latih Masyarakat Keterampilan Digital

Selasa, 24 Mei 2022 | 14:56 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pengembangan talenta digital di Tanah Air menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Republik Indonesia. Hal ini ditujukan untuk mempercepat agenda transformasi digital nasional. Pemerintah juga mendorong kolaborasi ekosistem untuk menyediakan talenta digital.

“Permintaan talenta digital sangat besar. Pada tahun lalu (2021), kami melakukan pelatihan keterampilan digital dasar bagi 12,5 juta penduduk Indonesia dalam satu tahun dan menargetkan jumlah 5,5 juta peserta ikut ambil bagian di tahun ini,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, dalam sesi diskusi Indonesia Pavilion: Deepening Digital Growth in The New Economic Landscape yang berlangsung secara hibrida dari Davos, Swiss, dikutip Selasa  (24/05/2022).

Baca juga: Kejar 9 Juta Talenta Digital Indonesia, Begini Strategi Kemendikbudristek

Melalui Program Gerakan Nasional Literasi Digital, Johnny menyampaikan,  Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) melatih masyarakat Indonesia agar punya kecakapan digital di tingkat dasar.

Pada saat yang sama, Kemenkominfo juga mempersiapkan talenta Indonesia memiliki keterampilan digital di tingkat menengah melalui program Digital Talent Scholarship.

“Tahun ini yang akan kita lakukan adalah sekitar 200 ribu milenial. Kami membutuhkan 9 juta talenta digital intermediate untuk 15 tahun ke depan. Artinya, setiap tahun, kami harus memastikan memiliki 600.000 keterampilan digital intermediate. Hal yang tentunya tidak mudah,” jelasnya.

Menurut Menkominfo, dari kebutuhan 600 ribu talenta digital, pemerintah memberi dukungan untuk melatih 200.000 peserta. Dia pun berharap, pelaku ekosistem digital juga bergabung untuk memastikan talenta digital menengah akan tersedia dalam jumlah kualitas dan kapasitas yang memadai.

Johnny menilai, penyiapan talenta di level keterampilan menengah itu merupakan salah satu upaya agar perusahaan teknologi global bersedia bergabung untuk membantu program Pemerintah Indonesia.

“Bahkan, saya juga masih ingin semua ekosistem, termasuk operator telekomunikasi, untuk bergabung, untuk memastikan bahwa keterampilan menengah akan tersedia tepat waktu,” tandasnya.

Baca juga: Tokopedia Bangkitkan Inovasi Talenta Digital di Hari Kebangkitan Nasional

Selain itu, pada level advance, Kemenkominfo menyediakan pelatihan untuk mendukung pembuatan kebijakan digital. Saat ini, talenta untuk pembuatan kebijakan digital disebutnya tidak tersedia dalam jumlah yang banyak.

“Ada sekitar 500 pelatihan untuk setiap tahun. Ini bekerja sama dengan universitas global terkemuka, seperti Oxford, Cambridge, Tshinghua, dan banyak lainnya. Tujuannya untuk memastikan bahwa pembuat kebijakan digital akan tersedia pemerintah,” tandas Johnny.

Pada acara itu, Menkominfo didampingi oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong serta Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kemenkominfo (Bakti) Anang Latif.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN