Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kemkominfo dan Kemenhub kerja sama peningkatan kemampuan SDM operasi radio komunikasi di bidang pelayaran. (IST)

Kemkominfo dan Kemenhub kerja sama peningkatan kemampuan SDM operasi radio komunikasi di bidang pelayaran. (IST)

Nelayan akan Dibekali Kemampuan Radio Komunikasi agar Tak Ganggu Penerbangan

Senin, 21 Juni 2021 | 18:49 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Tranportasi Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama untuk melatih nelayan agar lebih kompeten dalam menggunakan radio komunikasi. Tujuannya agar komunikasi mereka tidak lagi mengganggu penerbangan pilot.

Nelayan di seluruh wilayah Indonesia akan diberikan pelatihan yang dibagi menjadi dua jenis sertifikat, yakni sertifikat komunikasi jarak dekat menggunakan frekuensi Phs dan sertifikat komunikasi jarak jauh untuk radio yang sifatnya Hf.

Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo Dwi Handoko mengatakan, kerja sama tersebut mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia operasi radio komunikasi nonkonvensi SOLAS di bidang pelayaran melalui diklat pemberdayaan masyarakat.

“Tujuan besar kerja sama ini memberikan pendidikan kepada para nelayan agar memahami cara berkomunikasi dengan baik dan benar,” ujar Dwi, saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergitas Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (21/6).

Menurut dia, kerja sama itu penting dilakukan mengingat wilayah teritorial Indonesia di udara kerap terjadi gangguan terhadap komunikasi pilot otoritas terkait. Gangguan terjadi antara lain karena penggunaan radio komunikasi yang kurang tepat oleh para nelayan.

“Gangguan ini bukan hanya sekedar monitoring dari internal, tetapi juga ada laporan-laporan dari internasional yang menyatakan bahwa memang Indonesia harus membenahi terhadap adanya laporan dari pilot-pilot asing yang melintasi udara Indonesia,” jelasnya.

Beberapa negara yang telah melaporkan terjadi gangguan komunikasi, antara lain dari Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Karena itu, PKS antara Kemkominfo dan Kemenhub akan menjadi momentum untuk melalukan pendekatan kepada para nelayan yang ditengarai menjadi salah satu faktor gangguan komunikasi pilot.

“Tentu, kita juga bekerja sama dengan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), dan juga Hubla (Direktorat Perhubungan Laut Kemenhub). Khusus Hubla ini, kita sangat proaktif sekali menyambut kerja sama ini, karena Kemenhub juga menyadari ini juga menyangkut keselamatan penerbangan,” tandasnya.

Melalui kerja sama itu juga, dia mengharapkan dapat meningkatkan sinergitas dengan BPPTL maupun dengan lembaga pendidikan di lingkungan Kemenhub dalam memberikan pelatihan kepada nelayan. 

Sinergi

Kepala BPPTL Kemenhub Heru Susanto menambahkan, kerja sama dengan Kemkominfo di bidang komunikasi radio sangat penting dalam memberikan pelatihan kepada para nelayan.

“Ini sangat penting sekali. Para nelayan harus memiliki sertifikat yang namanya tentang kepelautan. Sertifikat ini juga penting karena di atas kapal, baik kapal besar maupun nelayan, tetap komunikasi di udara itu sangat penting. Itu harus ada SOP dan hal-hal yang harus diketahui dalam praktiknya,” ujar Heru.

Kemkominfo dan Kemenhub diharapakannya dapat terus menjalin kerja sama agar nelayan di Indonesia memahami aturan tentang radio komunikasi dan sertifikat yang perlu dimiliki. Apalagi, Kemenhub memiliki sekitar 27 sekolah, baik sekolah darat, laut, dan udara, yang aktif melakukan diklat pemberdayaan masyarakat. 

“Saya juga berharap, Kemkominfo dapat bekerja sama tidak hanya di bidang sertifikat radio, tapi di sertifikat lainnya, seperti para nelayan itu membutuhkan sertifikat yang lebih lanjut lagi. Jadi, kami di BPPTL selalu siap bersinergi untuk bekerja sama,” pungkas Heru.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN