Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah petugas pemadam kebakaran dengan peralatan lengkap melakukan evakuasi korban terjebak saat terjadi kebakaran di lantai 2 dan 3 gedung Cyber, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021).  Foto; BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah petugas pemadam kebakaran dengan peralatan lengkap melakukan evakuasi korban terjebak saat terjadi kebakaran di lantai 2 dan 3 gedung Cyber, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021). Foto; BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

GEDUNG CYBER TERBAKAR,

Pakar Digital: Perlu Standarisasi Gedung Data Center untuk Akselerasi Ekonomi Digital

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:54 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Pusat data atau data center sekuritas yang berada di Gedung Cyber Kuningan Barat, Jakarta Selatan yang mengalami kebakaran pada Kamis (2/12/2021), mengakibatkan terganggunya berbagai layanan digital.

Hal ini disebabkan sejumlah perusahaan penyedia web hosting dan penyedia jasa internet meletakkan data usahanya pada data center di Gedung Cyber.

Terkait banyaknya aplikasi dan layanan web hosting yang tumbang akibat kebakaran di Gedung Cyber 1 Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Pakar Digital, Anthony Leong mengatakan seharusnya gedung data center perlu lebih aman, terpercaya dan sigap jika terjadi kejadian kebakaran seperti ini.

"Seharusnya Gedung Cyber di Indonesia memiliki SOP pengamanan tingkat tinggi, karena ini menyangkut ekosistem bisnis digital. Jangan sampai dengan kejadian-kejadian tidak terduga seperti ini membuat layanan digital lumpuh. Perlu ada standar gedung yang baik dan memang layak untuk menjadi data center. Kejadian ini harus jadi bahan evaluasi," ungkap Anthony, dalam keterangannya Jumat (3/12/2021).

Pakar Digital Anthony Leong. Foto: IST
Pakar Digital Anthony Leong. Foto: IST

CEO Menara Digital ini mengungkapkan kini, Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak ke-4 di dunia dan memiliki penetrasi internet sebesar 73,7 persen dari total populasi atau berjumlah 202,6 juta pengguna.

"Dengan pengguna internet di Indonesia yang luar biasa, perhatian terhadap infrastruktur bisnis digital harus diperhatikan. Perlu kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama penyedia jasa infrastruktur digital untuk menghindari hal-hal tak terduga seperti ini," kata Anthony yang juga Ketua Hipmi Digital Academy ini.

Ia juga mengatakan bahwa Gedung Cyber harus memiliki sertifikasi layak fungsi dengan prosedur untuk data center standard internasional, dan mempunyai prosedur yang megedepankan keamanan data. Anthony mencontohkan Gedung Cyber sebaiknya memiliki lokasi Recovery Data Center agar tidak terjadi gangguan layanan ketika blackout terjadi.

"Kita sudah banyak mendengar berita kebocoran dan kehilangan data dari kesalahan-kesalahan teknis yang bisa diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Saat ini data adalah aset luar biasa di kita, bocor dan hilangnya data akan sangat menggangu pengembangan ekonomi digital," ujar Anthony.

Terakhir Anthony mengatakan pada 2020, pertumbuhan pengguna internet berkontribusi pada pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi di Indonesia sebesar 10,58% secara kumulatif. Angka ini terus tumbuh di kuartal kedua tahun 2021 sebesar 6,87% year-on-year, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Hal ini harus menjadi perhatian khusus okeh semua stakeholder pemerintahan dan swasta agar bisa dioptimalkan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN