Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo PAYPAZZ

Logo PAYPAZZ

PAYFAZZ Targetkan Nilai Transaksi Rp 6 Triliun

Abdul Muslim, Rabu, 9 Oktober 2019 | 20:30 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Payfazz Teknologi Nusantara (PAYFAZZ), platform layanan keuangan business to business (B2B) berbasis keagenan, menargetkan nilai transaksi Rp 6 triliun pada 2019. Nilainya naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 2,4 triliun. Upaya pencapaian target tersebut dilakukan dengan memperbanyak jumlah agen dan meningkatkan inovasi teknologi yang dimiliki.

Head of CEO Office PAYFAZZ Archie Anugrah mengatakan, nilai transaksi PAYFAZZ pada 2018 masih sekitar Rp 200 miliar per bulan, atau disetahunkan Rp 2,4 triliun. Pada 2019, nilai transaksinya ditargetkan naik menjadi Rp 500 miliar per bulan, atau sekitar Rp 6 triliun jika dijumlahkan selama setahun.

Transaksi tersebut dihitung yang terjadi antara PAYFAZZ dan para agennya. “Nilai transaksi itu mayoritas hampir 100% dari penjualan pulsa, pembayaran listrik, dan air. Baru sebagian kecil saja yang didapatkan dari transaksi transfer uang,” ujar Archie, dalam media visit PAYFAZZ ke Kantor Beritasatu Media Holdings, Jakarta, Rabu (9/10).

Menurut dia, saat ini, PAYFAZZ telah memiliki lebih dari 1 juta agen yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Akhir tahun 2019, jumlahnya ditargetkan bisa berlipat ganda menjadi lebih dari 2 juta agen. Mereka yang bergabung menjadi agen pada umumnya terdiri atas para pemilik warung dan agen penjual pulsa.

Banyak potensi calon agen yang masih bisa digarap di Tanah Air karena jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencapai sekitar 65 juta. Karena itu, Archie menyampaikan minimal idealnya jumlah agen PAYFAZZ sebanyak 6 juta, atau sekitar 6% dari jumlah UMKM di Indonesia.

PAYFAZZ saat ini masih terus menggandakan ekpansi usahanya ke seluruh wilayah Tanah Air, terutama ke daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau layanan perbankan. “Kalau di kota besar, orang sudah terbiasa dengan teknologi, atau perbankan. Kalau kita, PAYFAZZ justru menyasar lebih banyak ke daerah, mungkin mencapai 80%,” tambahnya.

Bisnis PAYFAZZ secara umum bisa disebut sebagai bisnis titip pembayaran online (payment point online bank/PPOB). Metode transaksi bersifat B2B dengan para agen yang dilakukan secara daring (online). Kemudian, para agen akan menjual produk layanannya kepada konsumen (and user) secara kas.

PAYFAZZ berupaya untuk terus memberdayakan masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian perubahan. Secara perlahan dan pasti, PAYFAZZ mengajak para agen untuk mengakses layanan keuangan digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memanfaatkannya sebagai peluang usaha.

Layanan PAYFAZZ saat ini yang diwakili para agennya tersebar mencakup 50% di pulau Jawa dan 50% di luar pulau Jawa. “Kita memang lebih banyak menyasar di luar kota besar, sehingga di Jakarta pun hanya berkontribusi 3%. Tapi, di sebuah daerah terpencil seperti pulau Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kami bisa punya 3-4 agen,” ujar Archie.

Berdiri 2016

PAYFAZZ didirikan pada 2016 oleh Hendra Kwik sebagai Chief Executive Officer PAYFAZZ, Ricky Winata sebagai Chief Technology Officer PAYFAZZ, dan Jefriyanto sebagai Chief Product Officer PAYFAZZ. Hendra merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan Ricky dan Jefriyanto lulusan Binus University.  

Saat ini, PAYFAZZ telah didanai oleh investor asing, antara lain Insignia Ventures Partners, Y-Combinator, Tiger Global Management, dan DST Globak. Sesuai regulasi yang berlaku, bisnis PAYFAZZ sudah dilaporkan kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk meningkatkan layanannya, PAYFAZZ berkomitmen untuk memberikan teknologi layanan keuangan terbaik dengan cara bekerja sama dengan berbagai mitra ternama di Indonesia, mulai dari bank, penyedia layanan PPOB, e-commerce, agen jual beli pulsa semua operator, dan lembaga keuangan.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA