Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Huawei Ren Zhengfei

Pendiri Huawei Ren Zhengfei

Pendiri Huawei Tegaskan Siap Transfer Teknologi 5G

Senin, 15 Februari 2021 | 15:41 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pendiri Huawei Ren Zhengfei menegaskan, pihaknya tetap terbuka dan transparan dalam hal transfer teknologi 5G kepada negara atau pihak yang membutuhkan teknologi 5G. Hal itu disampaikan untuk menepis kekhawatiran beberapa politisi Amerika Serikat (AS) atas potensi dampak 5G pada skala global.

“Seperti pernah saya janjikan, kami akan mentransfer semua teknologi 5G yang kami kembangkan dan tidak sekadar melisensikan produksi kepada pihak lain. Selama AS memintanya, kami akan mentransfer semua dari program sumber dan kode sumber ke semua rahasia serta pengetahuan terkait desain perangkat keras, dan bahkan desain chip,” kata Ren melalui siaran pers belum lama ini.

Menurut Ren, berbeda dengan jaringan komunikasi generasi sebelumnya yang bertujuan menghubungkan banyak rumah dan manusia, tujuan utama dari dibangunnya jaringan komunikasi di era 5G adalah untuk menghubungkan bisnis dari berbagai industri, dari bandara, pelabuhan, pertambangan batu bara, produksi besi dan baja, manufaktur otomotif hingga manufaktur pesawat terbang.

Teknologi 5G. Foto ilustrasi: lintangtech.com
Teknologi 5G. Foto ilustrasi: lintangtech.com

“Saya serius dengan apa yang saya katakan, namun belum ada perusahaan AS yang merespon. Saya harap media dapat membantu kami menyampaikan pesan ini kepada perusahaan-perusahaan AS. Jika mereka ingin berbicara, kami akan dengan senang hati menyambutnya,” kata Ren.

Ren juga berbagi pandangannya tentang penurunan di lini smartphone premium Huawei karena kendala pasokan chip. Namun, Huawei memperoleh sinyal positif atas prospeknya dalam kinerja jaringan berkualitas. Ren menegaskan Huawei akan mempertahankan bisnis intinya.

“Pertama dan terpenting, kami tidak akan memperluas apa yang telah menjadi bisnis inti kami. Platform dasar yang kami sediakan untuk penambangan batu bara sama dengan yang kami sediakan untuk pabrik besi dan baja, pelabuhan, serta bandara,” ujar Ren.

Menurut Ren, aplikasi 5G akan berbeda untuk masing-masing industri, namun sebagian besar teknologinya tetap sama. “Jadi, tujuan utama kami adalah meningkatkan adopsi elektronik, perangkat lunak, dan sistem komputasi di industri yang beragam,” jelas Ren.

Dalam wawancaranya dengan media pada pembukaan Intelligent Mining Innovation Lab di Taiyuan, Shanxi, Tiongkok, 9 Februari, Ren mengatakan, keyakinannya terhadap kelangsungan bisnis Huawei bahkan makin menguat dibanding sebelumnya.

“Sebab, kami memiliki lebih banyak cara untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Keyakinan saya juga makin menguat melihat pendapatan dan keuntungan penjualan Huawei pada 2020 yang lebih tinggi dari 2019,” ungkap Ren.

Pendapatan Huawei pada 2020 tercatat sebesar US$ 136,7 atau mengalami kenaikan YoY sebesar 11,2%. Laba Huawei juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,4% sehingga laba pada 2020 menjadi US$ 9,9 miliar.

Ren mengatakan, sejumlah besar pelanggan masih terus memberikan kepercayaannya kepada Huawei.

“Jika Anda punya waktu, Anda harus mengunjungi Pelabuhan Ningbo, Bandara Shenzhen, Bandara Internasional Dubai, dan pabrik mobil di Jerman yang semuanya menggunakan layanan 5G kami. Anda bisa menyaksikan sendiri bagaimana Huawei membantu mereka untuk maju,” tegas Ren.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN