Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur OVO yang juga Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra. (IST)

Presiden Direktur OVO yang juga Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra. (IST)

Presdir OVO Raih Penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Fintech

Selasa, 19 Januari 2021 | 20:57 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penghargaan kepada Presiden Direktur OVO yang juga Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, sebagai Tokoh Penggerak Fintech dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

Penghargaan tersebut diberikan secara virtual oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2021 OJK yang disaksikan langsung oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat (15/1) pekan lalu.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, 2020 merupakan tahun yang luar biasa dengan adanya Covid-19. Karena itu, OJK bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk bekerja ekstra keras agar perekonomian dapat terus berjalan dan pulih dalam jangka waktu tidak terlalu lama.

”OJK memberikan penghargaan kepada mitra-mitra yang telah bekerja sama membantu untuk memperluas akses keuangan, penggerak inklusi keuangan, dan tokoh fintech yang mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” ujar Wimboh, seperti dikutip Selasa (19/1).

Pada acara pemberian penghargaan tersebut, Karaniya pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, OJK, pemerintah, dan pelaku fintech, yang terus bergerak bersinergi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di sepanjang tahun 2020. 

“Penghargaan ini bukanlah buat saya pribadi. Penghargaan ini sebuah kesaksian penting bahwa di tengah masa-masa sulit pandemi Covid-19, fintech terbukti bukan hanya dapat berperan sebagai entitas bisnis tapi juga mampu bergerak sebagai economic development agent,” tutur Karaniya, yang juga peraih Bung Hatta Anti Corruption Award.

Karena itu, mewakili teman-teman pelaku fintech, dia mengapresiasi dorongan proinovasi dari pemerintahan Presiden Jokowi dan OJK selama ini. Dukungan fintech diyakininya akan terus mendemokratisasi dunia keuangan Indonesia, semakin berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional, serta kian membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Sejak awal pandemi, lanjut dia, OVO telah ikut bergotong-royong bersama Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja dan platform fintech digital lain membangun platform Prakerja.

Memanfaatkan teknologi digital, mekanisme penyaluran dana insentif Prakerja berlangsung secara lebih tepat sasaran dan efisien. Disertai dengan berbagai upaya sosialisasi berskala besar, insentif Prakerja pun dapat disalurkan OVO kepada lebih dari 1,5 juta penerima manfaat tahun 2020. 

OVO juga mendukung Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI dalam menyediakan solusi donasi dan pembayaran pertunjukan daring untuk membantu para seniman yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya dalam bentuk konser virtual Jakarta City Philharmonic.

Selain itu, OVO menginisiasi program crowdfunding Patungan Untuk Berbagi bersama Tokopedia dan Grab, untuk menggalang donasi dan menyalurkan sembako kepada warga masyarakat rentan di tengah pandemi Covid-19.

Bareksa dan IFSoc

Sementara itu, Karaniya juga merupakan pendiri dan CEO Bareksa yang merupakan pionir platform e-investasi terintegrasi di Indonesia yang telah mengantongi izin Agen Penjual Efek Reksa Dana dari OJK sejak tahun 2016.

Sejak dimulainya inovasi yang dilakukan Bareksa dan dukungan OJK terhadap pengembangan inovasi digital, jumlah investor reksadana di Indonesia melesat 1.000% dari hanya sekitar 250 ribu investor awal tahun 2015 menjadi 2,9 juta investor pada akhir November 2020 berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Karaniya juga turut mendirikan Indonesia Fintech Society (IFSoc), forum dialog regulasi fintech yang ditujukan untuk menjembatani regulator, pelaku industri, ekonom, media, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pendiri IFSoc lainnya terdiri atas mantan Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, mantan Menkominfo Rudiantara, tiga ekonom senior (Y Prasetyantoko, PhD, Dr Hendri Saparini, dan Yose Rizal Damuri, PhD, serta dua wartawan senior (Maryoto dan Wahyu Dyatmika).

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN