Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres)

Buka Hannover Messe 2021

Presiden Jokowi Ajak Jerman Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia

Senin, 12 April 2021 | 20:18 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengajak negara Jerman untuk bermitra  mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kini  telah menyiapkan roadmap  implementasi Making Indonesia 4.0.

“Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia  telah menyiapkan roadmap implementasi Making Indonesia 4.0,” kata Presiden Jokowi, pada pembukaan Hannover Messe 2021 secara daring dari Istana Negara, Jakarta, Senin (12/4).

Hannover Messe merupakan pameran dagang terkemuka dunia di bidang teknologi industri dan  telah berlangsung  selama  72 tahun.  Pembukaan pameran yang memiliki eksposur internasional yang kuat dibuka secara bersama oleh Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Keikutsertaan Indonesia sebagai official partner country Hannover Messe 2021: Digital Edition yang pertama dari Asean didukung oleh 156 exhibitor yang terdiri atas kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi, dan perusahaan swasta nasional.

Presiden Jokowi mengatakan, tahun 2045, pada saat Indonesia merayakan  satu abad kemerdekaan akan menjadi tahun emas.  “Ini adalah visi besar Indonesia  yang diwujudkan melalui Industri 4.0,” imbuhnya.

Dalam peta kekuatan ekonomi digital dan Industri 4.0, Indonesia menjadi yang tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki sekitar 2.193 usaha rintisan berbasis teknologi (start-up), atau kelima terbesar di dunia. Dari jumlah tersbeut, Indonesia memiliki lima unicorn dan  satu decacorn.  

Ke depan, industri tersebut diprediksi akan berkontribusi terhadap PDB Indonesia senilai US$ 133 miliar pada 2025. “Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet terbesar keempat di dunia. Kemajuan Industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global tahun 2030,” kata Presiden Jokowi.

3 Hal Utama

Menurut dia, terdapat  tiga hal utama untuk mewujudkan harapan Indonesia itu. Pertama, pada  era Industri 4.0, penguatan sumber daya manusia (SDM)  merupakan kebutuhan karena  Indonesia memiliki bonus demografi. Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan, seperti  big data, artificial intelligence, dan internet of things.

Kedua, menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi Industri 4.0. Pembenahan iklim investasi membutuhkan reformasi struktural, dan pengesahan UU Cipta Kerja merupakan salah satunya.

Ketiga, investasi pada pembangunan hijau. Pandemi Covid-19 pun telah menjadi momentum untuk mendorong pembangunan hijau. Kemitraan Indonesia dan Jerman untuk pembangunan hijau ke depan adalah salah satu prioritas. Karena itu, Presiden Jokowi mengapresiasi green infrastructure initiative Jerman dengan nilai mencapai Euro 2,5 miliar.

“Program ini diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur  hijau di Indonesia. Kanselir Merkel, kita harus melompat jauh keluar dari krisis, pulih, dan tumbuh lebih kuat. Saya yakin, Indonesia dan Jerman dapat bermitra untuk keluar dari pandemi ini sebagai pemenang,” pungkas Presiden Jokowi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN