Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV

Presiden Jokowi: BPPT Harus Jadi Lembaga Extraordinary

Senin, 8 Maret 2021 | 11:22 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) harus menjadi lembaga extraordinary yang secara terus-menerus dapat menemukan cara-cara baru, inovatif,  dan kreatif untuk  kemajuan bangsa.

“Terus menemukan cara-cara baru, cara-cara inovatif dan kreatif, menghasilkan karya nyata, dan  kontributif untuk kemajuan bangsa,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Rakernas BPPT Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Ia mengatakan, ada tiga tugas pokok yang harus dilakukan BPPT. Pertama, BPPT harus berburu inovasi dan teknologi untuk dikembangkan dan siap diterapkan di Indonesia.

“Saya yakin ratusan ribu peneliti, ribuan lembaga riset dan teknologi di pemerintahan dan swasta, serta jutaan inovator di masyarakat luas, pasti memiliki banyak temuan-temuan,” kata Presiden Jokowi. 

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV

Ia mengatakan,  temuan itu bisa  merupakan suatu hasil  awal yang masih perlu dikembangkan. Dan, bisa saja  temuan matang yang siap diterapkan dan langsung bisa diindustrikan.

Disebutkan, selama pandemi ini, banyak inovasi di bidang kesehatan yang ditemukan.

“Ini saya lihat langsung,” jelas dia.

Menurut Presiden Jokowi, dalam setahun terakhir banyak inovasi alat kesehatan seperti ventilator dan respirator yang sangat berguna bagi pasien Covid-19 serta ada juga Rapid Diagnostic Test (RDT) RI-GHA yang mampu mendeteksi adanya antibodi Covid-19. 

Selain itu,  teknologi untuk screening  penderita Covid-19, seperti GeNose, yang sangat murah, sangat mudah, dan sangat cepat.

“Ini sudah mulai dipasang di semua stasiun kita dan beberapa lokasi penting yang padat dan banyak interaksi secara mobilitas orang,” kata Presiden Jokowi.

Acara pembukaan Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV
Acara pembukaan Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV

Di bidang lainnya, terutama pangan dan energi, banyak karya  BPPT yang bisa dimanfaatkan untuk efisiensi UMKM, mempermudah sinergi antara usaha kecil dan usaha besar, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat banyak.

Kedua, Presiden Jokowi mengatakan, BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari mana pun.  Saat ini, teknologi  berjalan sangat cepat  dan teknologi yang dibutuhkan   untuk pemulihan ekonomi nasional, mungkin saja belum diproduksi di dalam negeri. 

“Jadi, strategi akuisisi teknologi dari   teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi kita,” katanya.

Disebutkan bahwa BPPT harus menyiapkan strategi akuisisi teknologi dari luar yang sangat bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara cepat.

Sebab, saat ini Indonesia harus  memulai untuk tidak sekadar membeli turnkey technology.  Hal ini  penting, sebab  seringkali negeri ini  hanya menerima kunci, menerima jadi, sehingga  akhirnya berpuluh-puluh tahun  tidak bisa membuat teknologi itu.

“Jadi,  jangan sekadar membeli mesin jadi sekaligus bersama seluruh ahlinya, tapi kita harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia. Ini tolong digarisbawahi, harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia,  yang melibatkan para teknolog Indonesia  sehingga transfer pengetahuan dan transfer pengalamannya  itu berjalan,” katanya.

Acara pembukaan Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV
Acara pembukaan Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV

Perintah ini, lanjutnya,  bukan hanya untuk BPPT tetapi kepada seluruh jajaran kabinet Indonesia Maju,  terutama  Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan,  Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN  Erick Thohir, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Presiden Jokowi meyakini bahwa  dengan kekuatan pasar raksasa  dan  kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia mempunyai leverage yang kuat.

“Pikirkan betul cara-cara cerdas untuk melakukan akuisisi teknologi ini secara murah,” katanya.

Ketiga, Presiden Jokowi menyatakan bahwa  BPPT  harus menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. 

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Inovasi Teknologi, BPPT, Senin (8/3/2021). Sumber: BSTV

Saat ini, Indonesia berada di zaman perang Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan,  sehingga persaingan dalam menguasai AI telah menyerupai  space war di era perang dingin.  Siapa yang menguasai AI,  dia yang akan berpotensi menguasai dunia.

Pemerintah, lanjutnya,  memerlukan BPPT yang bisa memproduksi teknologinya sendiri.   BPPT berkewajiban untuk menyinergikan   talenta-talenta diaspora,  peneliti-peneliti di universitas, startup teknologi, dan anak-anak muda yang sangat militan menjadi sebuah kekuatan besar.

“Bangun mesin AI induk,  yang bisa memfasilitasi gotong-royong antar inovator dan peneliti, memfasilitasi kecerdasan komputer dan kecerdasan manusia untuk mendukung pemulihan ekonomi yang tidak konvensional dan sekaligus efektif,” kata Presiden Jokowi. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN