Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi mahasiswa belajar kecerdasan artifisial. (IST)

Ilustrasi mahasiswa belajar kecerdasan artifisial. (IST)

SDM Bidang AI Masih Langka di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:07 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) kini mulai diterapkan di berbagai sektor kehidupan. Sayangnya, jumlah sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkecimpung di bidang tersebut masih terbilang sangat langka.

Karena itu, UMG IdeaLab, perusahaan pusat inovasi teknologi 4.0, mendirikan Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) yang terletak di Fakultas MIPA, Universitas (UI).

CEO dan Founder UMG IdeaLab Kiwi Aliwarga mengatakan, pendirian AICI merupakan komitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memuluskan tantangan revolusi Industri 4.0 di Tanah Air pada bidang AI learning dan innovation.

Tak hanya itu, AICI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Universitas Indonesia (UI) juga telah mengadakan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Center of Excellence negeri di bidang AI pada September lalu.

“Di AICI, kami mengajarkan AI tidak hanya di jenjang perguruan tinggi, namun juga tingkat sekolah, bahkan, ada kurikulum AI untuk tingkat Sekolah Dasar,” ungkap Kiwi, dalam keterangannya, Jumat (30/10).

Menurut dia, hal tersebut dilakukan demi menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Saat ini, jumlah SDM bidang AI di Indonesia masih sangat langka.

Hal senada diungkapkan oleh CEO Bahasa Kita Oskar Riandi. Selain kendala SDM, Oskar menambahkan, data set sebagai kendala implementasi AI, bahkan, di level perusahaan besar di Indonesia.

Saat ini, Bahasa Kita merupakan salah satu start-up yang termasuk dalam ekosistem UMG IdeaLab di bidang pengembangan produk teknologi suara, bahasa, dan AI.

Inovasi unggulan Bahasa Kita di antaranya sistem transkrip rapat dan percakapan telepon serta analisisnya, translasi ucapan dari satu bahasa ke bahasa lain, voice enabled smart assistant, serta untuk keperluan industri, berupa voice inspection, acoustic inspection, hingga voice biometric.

Menurut Oskar, teknologi AI pasti membutuhkan data set yang yang sangat besar. Karena itu, pihaknya terus berusaha agar data set tersebut semakin besar dan bisa digunakan dalam domain yang beragam.

Terbukti, beberapa lembaga pemerintah telah menggunakan teknologi Bahasa Kita, antara lain KPK, DPR-RI, hingga Kemenko Bidang Kemaritiman.

“Selain itu, kami fokus pada inovasi lokalisasi penggunaan bahasa di suatu daerah, dari dialek hingga bahasa serapan, demi semakin memudahkan user dalam menggunakan teknologi kami,” tutup Oskar.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN