Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aplikasi OVO. Foto: IST

Aplikasi OVO. Foto: IST

Transaksi OVO Naik Selama Periode WFH

Emanuel Kure, Selasa, 12 Mei 2020 | 07:57 WIB

JAKARTA, investor.id - OVO, platform pembayaran digital, rewards, dan layanan finansial terdepan di Indonesia, mengungkapkan perilaku pengguna OVO selama periode satu bulan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) yang serempak dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Kesimpulannya, tren berbelanja nontunai melalui OVO meningkat.

Selama pandemi Covid-19, gaya hidup masyarakat ikut berubah, termasuk cara membeli makanan dan minuman maupun transaksi kebutuhan sehari-hari. Seiring dengan itu, peningkatan dalam transaksi nontunai pun dapat dirasakan secara langsung oleh OVO. Hal ini didukung dengan banyaknya kemudahan bertransaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan para penggunanya.

“Di tengah masa-masa yang penuh tantangan ini, kami melihat penggunaan OVO semakin meningkat sejalan dengan imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19 lewat uang kartal,” kata Head of PR OVO Sinta Setyaningsih, dalam keterangannya, Senin (11/5).

Selama kebijakan menjaga jarak fisik (physical distancing) dan WFH, masyarakat di Tanah Air menjadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk tetap terhubung dengan keluarga dan kerabat tersayang.

Hal itu terlihat dari jumlah paket data yang dibeli oleh pelanggan OVO selama WFH agar dapat digunakan untuk panggilan video (video call) dengan orang tersayang dengan total selama lebih dari 30 juta jam.

Pengguna OVO juga cenderung memilih untuk membeli makanan dan minuman secara daring (online) dibandingkan harus keluar rumah untuk membelinya sendiri. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi GrabFood ikut melonjak yang dapat menempuh jarak dari Jakarta ke Aceh jika dijaraknya dikalkulasikan.

Menurut Sinta, hal menarik dari data yang dimiliki OVO, ternyata, kebiasaan pengguna membeli kopi juga tetap tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Jika mereka berbaris dalam satu antrean sembari menerapkan physical distancing, panjangnya akan setara dengan 8,000 lapangan sepak bola. Lalu, seorang kasir harus menghabiskan 16.000 hari untuk menyelesaikan transaksi online dengan OVO.

Dalam periode tersebut, transaksi kebutuhan sehari-hari (groceries) juga meningkat. Total belanja groceries pengguna OVO jika dijumlahkan dapat memenuhi kebutuhan beras untuk seluruh masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.

Terakhir, OVO juga mencatat transaksi dari edukasi online yang mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat, menggarisbawahi tingginya minat masyarakat untuk terus mengenyam pendidikan selama periode WFH.

“Untuk memenuhi seluruh transaksi tersebut, OVO juga melihat adanya peningkatan transaksi top up saldo OVO Cash, yang total nilainya bisa untuk membeli hand sanitizer bagi seluruh penduduk Indonesia,” tutur Sinta.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN