Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi layanan online Gojek. (IST)

Ilustrasi layanan online Gojek. (IST)

Tren Bisnis Pesan Makanan Daring Tumbuh Pesat

Selasa, 9 Februari 2021 | 18:23 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Gojek, platform layanan on-demand, memprediksi jasa layanan pengantaran makanan (food delivery) yang dipesan secara daring (online) tumbuh semakin pesat pada 2021 jika melihat tren yang ada tahun lalu.

Head of Merchat Platform Business Gojek Novi Tandjung mengatakan, Gojek melihat tren layanan pengantaran makanan tahun 2020 tumbuh sangat pesat karena pandemi Covid-19.

“Pembatasan Sosial Berskala Besar membuat (masyarakat) tidak bisa keluar, tapi tetap butuh makanan. Kami melihat (layanan pengantaran makanan) tahun 2021 pasti akan meningkat," ujar Novi, saat jumpa pers secara virtual, Selasa (9/2).

Gojek kini memiliki sekitar 20 juta menu makanan dari mitra yang sudah bergabung dengan layanan pesan antarmakanan GoFood. Gojek juga mencatat layanan pengiriman barang GoSend naik 80% tahun 2020, di antaranya juga untuk pengantaran makanan.

Gojek melihat fenomena tersebut merupakan peluang bisnis bagi pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner. Tahun lalu, menyikapi lonjakan layanan GoFood, Gojek pun membuat fitur Pick-up, memesan makanan lewat aplikasi, kemudian pemesan mengambilnya langsung ke toko/restoran.

Gojek sejak tahun lalu juga membuka fitur pendaftaran mandiri untuk mitra yang ingin bergabung dengan layanan pengantaran makanan yang tidak ada di aplikasi tersebut sebelumnya.

Gojek pun berencana menambah fitur-fitur baru untuk layanan GoFood dan dompet digital GoPay.

Survei dari lembaga konsultan Singapura, Momentum Works, menunjukkan, layanan pesan antarmakanan di Asia Tenggara naik 183% pada 2020 dibandingkan tahun 2019.  Nilai kotor transaksinya (gross merchandise value/GMV) di enam negara di Asia Tenggara mencapai US$ 11,9 miliar.

Indonesia merupakan pasar layanan pengantaran makanan terbesar di Asia Tenggara dengan GMW sekitar US$ 3,7 miliar pada 2020. Pemain terbesarnya ada dua, yakni Grab dan Gojek.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN